Petugas Haji Berkinerja Baik Berpeluang Bertugas Kembali

 Petugas Haji Berkinerja Baik Berpeluang Bertugas Kembali

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak/IG

Jakarta (Mediaislam.id)–Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa penugasan petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) ke depan akan berbasis kinerja dan disiplin, bukan semata formalitas seleksi.

Petugas yang terbukti bekerja baik selama bertugas berpeluang ditugaskan kembali pada musim haji berikutnya sebagai bentuk reward atas dedikasi dan kontribusi nyata.

Menurut Dahnil, penilaian kinerja dilakukan langsung di lapangan oleh tim daerah kerja (daker) selama petugas menjalankan tugas pelayanan jemaah. Evaluasi tersebut berlaku menyeluruh, termasuk bagi petugas dari unsur TNI dan Polri yang terlibat sebagai fasilitator dalam proses persiapan PPIH.

“Di sana nanti ada pengukuran prestasi oleh tim daker. Kinerja masing-masing petugas akan dinilai secara objektif,” kata Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Ahad (11/1/2026).

Dahnil menegaskan, hanya petugas yang benar-benar menunjukkan komitmen pelayanan yang akan diberi kepercayaan kembali. Sebaliknya, mereka yang tidak memenuhi standar kinerja dipastikan tidak akan dilibatkan pada tahun berikutnya.

“Kalau petugasnya bagus, layak, tentu bisa bertugas lagi. Kalau tidak, ya tidak. Ini juga berlaku bagi unsur TNI-Polri yang selama ini banyak membantu proses persiapan. Yang kinerjanya baik, insyaallah akan kami beri kepercayaan,” ujarnya.

Di hadapan hampir 1.600 peserta diklat PPIH, Dahnil juga menekankan pentingnya meluruskan niat dan mematuhi seluruh aturan pendidikan dan pelatihan yang berlangsung selama 20 hari. Ia mengingatkan, tidak ada toleransi bagi peserta yang tidak siap mengikuti disiplin diklat.

“Saya tegaskan, luruskan niat sejak hari pertama. Kalau tidak siap ikut aturan dan diklat, silakan digantikan. Ada jutaan orang di luar sana yang mengantre ingin menjadi petugas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dahnil mengingatkan bahwa tugas utama PPIH adalah melayani jemaah, bukan memposisikan diri sebagai jemaah. Karena itu, ia meminta seluruh peserta menanggalkan ego pribadi, gelar akademik, maupun atribut jabatan dari instansi asal.

“Orientasinya hanya satu, pelayanan jemaah. Jangan sampai petugas sibuk beribadah sendiri sementara jemaah telantar. Petugas sudah dibekali fikih haji khusus agar paham bagaimana tetap melayani tanpa kehilangan esensi tugas,” pungkasnya.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − 7 =