Peringatan Nuzulul Qur’an di JIC Angkat Spirit Kebangkitan Umat
Jakarta (Mediaislam.id)–Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) atau Jakarta Islamic Centre (JIC) menyelenggarakan peringatan malam Nuzulul Qur’an di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre, Jakarta Utara. Kegiatan ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali menghayati makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi manusia.
Acara diawali dengan sambutan Wali Kota Administrasi Jakarta Utara yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setko Administrasi Jakarta Utara, Agung Tjahyo Kuntodi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Jakarta Islamic Centre yang secara konsisten menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan bagi masyarakat, khususnya dalam momentum Ramadan.

“Peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi momentum yang sangat penting bagi kita semua untuk kembali merenungkan makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia,” ujarnya.
Ia menambahkan, tema yang diangkat dalam kegiatan ini, yaitu “Al-Qur’an dan Kebangkitan Umat: Dari Spirit Ramadhan Menuju Peradaban”, sangat relevan untuk mengingatkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga dipahami, diamalkan, serta dijadikan pedoman dalam membangun kehidupan pribadi, masyarakat, hingga peradaban yang lebih baik.
Menurutnya, melalui peringatan malam Nuzulul Qur’an ini masyarakat diajak untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya melalui tilawah, tetapi juga melalui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dengan saling menghormati, menjaga ketertiban, serta menghindari berbagai tindakan yang dapat mengganggu ketenteraman bersama.
“Kita jadikan semangat Ramadhan dan peringatan Nuzulul Qur’an ini sebagai pengingat untuk membangun Jakarta yang tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga kuat dalam akhlak masyarakatnya melalui nilai moral, kebersamaan, dan kepedulian sosial,” tambahnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala PPIJ (JIC) KH Muhyiddin Ishaq yang diwakili oleh Kepala Divisi Takmir PPIJ-JIC, KH Ibnu Abidin, Lc. Ia menyampaikan bahwa sejak awal Jakarta Islamic Centre menjadikan malam 17 Ramadhan sebagai momentum penting untuk memperingati Nuzulul Qur’an.
“Turunnya Al-Qur’an merupakan peristiwa yang sangat penting bagi umat Nabi Muhammad SAW. Di dalam Al-Qur’an terdapat petunjuk hidup yang menjadi pedoman bagi kita dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Al-Qur’an menjadi sumber hidayah bagi umat Islam dalam menjalani berbagai aspek kehidupan, baik dalam ibadah, akhlak, maupun kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Dalam rangkaian acara tersebut, tausiyah disampaikan oleh KH Fikri Haikal MZ, S.Ag., putra dai kondang almarhum KH Zainuddin MZ. Dalam ceramahnya yang mengangkat tema “Al-Qur’an dan Kebangkitan Umat: Dari Spirit Ramadhan Menuju Peradaban”, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kehidupan.
“Kebangkitan umat tidak akan terjadi jika kita jauh dari Al-Qur’an. Karena itu, Ramadhan harus menjadi momentum untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya membacanya, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” tuturnya di hadapan para jamaah.
Ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang dibaca, tetapi harus menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Acara peringatan malam Nuzulul Qur’an di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre ini ditutup dengan pembagian hadiah doorprize bagi para jamaah yang hadir. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin mencintai Al-Qur’an, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pocari Sweat sebagai bagian dari kolaborasi dalam menyukseskan kegiatan dakwah dan syiar Islam di Jakarta Islamic Centre, khususnya dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan.*
