Perempuan dalam Kehidupan Rasulullah Saw

 Perempuan dalam Kehidupan Rasulullah Saw

Ilustrasi: Muslimah.

Meskipun dalam melakoni tugas berbahaya itu ia harus menghadapi ancaman dan pemukulan fisik, ia tetap menyembunyikan rahasia tersebut rapat-rapat. Ia sama sekali tidak memberi tahu kaum Quraisy tentang keberadaan Nabi Shalallahu alaihi wassalam beserta sahabatnya hingga kedua tokoh tersebut berhasil tiba di Madinah dengan selamat.

Gadis pemberani yang menorehkan sejarah besar tersebut tidak lain adalah Asma binti Abi Bakar as-Siddiq ra. Di antara deretan perempuan mulia tersebut, ada pula putri kandung beliau yang amat dicintai, yaitu Sayidah Fatimah az-Zahra.

Rasa cinta Rasulullah kepada Fatimah beserta anak-anaknya sungguh mendalam dan berada di atas untaian kata-kata manusia. Hal ini dibuktikan melalui sabda beliau: “Fatimah adalah bagian dari dagingku; barang siapa yang membuatnya marah, maka ia telah membuatku marah, dan barang siapa yang membuatku marah, maka ia telah membuat Allah murka.”

Faktor utama yang mendasari kedudukan Fatimah yang begitu agung di kalangan kaum muslim adalah tempat khusus yang diberikan oleh Nabi di dalam jiwanya sendiri. Selain itu, kedudukan tersebut juga ditopang oleh keilmuan dan keluasan riwayat hadisnya, serta statusnya sebagai istri Imam Ali sekaligus ibu dari al-Hasan dan al-Husain.

Kedua putranya tersebut disandangkan gelar kehormatan yang sangat mulia di dalam keyakinan umat Islam. Mereka berdua diakui secara luas sebagai “dua pemimpin pemuda ahli surga”.[]

Dr. Zahiah Qaddurah (Dengan Perubahan/Adaptasi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − six =