Peradaban Islam akan Bangkit
Pusat Peradaban Islam (Center for Islamic Civilization/CIC) di Tashkent, Uzbekistan. [foto: president.uz]
Bogor (Mediaislam.id) – Ketua Pembina Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS, menyoroti fenomena rezim otoriter di berbagai belahan dunia serta mengaitkannya dengan nubuwah tentang kebangkitan peradaban Islam di masa mendatang. Hal tersebut disampaikan dalam kajian di Masjid Ibn Khaldun pada Ahad (19/4/2026).
Dalam ceramahnya, ia memperkenalkan istilah “Fir’aunisme” untuk menggambarkan karakter kepemimpinan otoriter yang menindas rakyatnya sendiri. Ia merujuk pada sosok Firaun sebagai simbol puncak kezaliman, keserakahan, dan kesombongan dalam sejarah.
“Fir’aun itu kejahatannya bukan kepada pihak luar, tetapi kepada rakyatnya sendiri. Ini kejahatan luar biasa. Pemimpin seharusnya menyayangi, bukan justru menghancurkan masyarakatnya,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu ciri rezim otoriter adalah praktik adu domba antar kelompok masyarakat demi mempertahankan kekuasaan. Ia menilai strategi tersebut kerap digunakan oleh penguasa zalim untuk menjaga dominasi.
Lebih lanjut, Prof Didin menyinggung kesombongan kekuasaan yang mencapai titik ekstrem, sebagaimana digambarkan dalam kisah Fir’aun yang mengklaim dirinya sebagai tuhan. Ia mengingatkan bahwa pola kepemimpinan semacam ini masih dapat ditemukan dalam konteks modern, terutama pada kekuatan besar dunia yang mengandalkan dominasi militer dan politik.
Meski demikian, ia optimistis bahwa setiap rezim zalim memiliki batas waktu. Ia mengungkapkan pandangannya tentang siklus peradaban yang, menurutnya, bergerak dalam rentang waktu tertentu.
“Sekarang kita melihat dominasi Barat seperti Amerika Serikat. Tapi dominasi itu tidak akan abadi. Akan ada fase di mana peradaban itu melemah dan berganti,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tanda-tanda kebangkitan peradaban Islam mulai terlihat, termasuk meningkatnya jumlah pemeluk Islam di negara-negara Barat serta munculnya generasi pemimpin muda yang memiliki identitas dan integritas kuat.
Di akhir penyampaiannya, Prof Didin mengajak umat Islam untuk tetap istiqamah dalam iman dan amal saleh sebagai bekal menghadapi dinamika global.
“Kita harus siap menghadapi perubahan ini dengan konsistensi dalam iman dan amal. Pada akhirnya, kezaliman akan runtuh pada waktunya,” pungkasnya. []
