Pendidikan Keluarga Harus Dimulai dengan Penanaman Akidah
Tgk Muksalmina.
Kota Jantho (Mediaislam.id)– Pendidikan keluarga harus dimulai dengan penanaman akidah yang benar, pembiasaan ibadah, dan pembentukan akhlak mulia. Anak-anak perlu dibekali dengan benteng keimanan yang kuat agar mampu menghadapi berbagai godaan dan tipu daya yang dapat merusak kehidupan mereka.
Alumni Dayah Istiqamatuddin Darussalam Montasik, Tgk Muksalmina menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Nurul Jadid, Gampong Ruyung, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, 19 Juni 2026 bertepatan 4 Muharram 1448 Hijriah.
Ia mengingatkan, orang tua mempunyai kewajiban dalam mendidik anak. Mengutip sejumlah riwayat ulama salaf yang dinukil dalam Kitab Al-Adab Al-Mufrad karya Imam Al-Bukhari, Tgk Muksalmina menegaskan bahwa sebagaimana anak memiliki kewajiban berbakti kepada orang tua, orang tua juga memiliki kewajiban memenuhi hak-hak anak melalui pendidikan dan pembinaan yang baik.
Lebih lanjut, ia mengutip hadis Rasulullah saw, yang menyebutkan setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang ayah bertanggung jawab terhadap keluarganya, sementara seorang ibu bertanggung jawab terhadap rumah tangga dan anak-anaknya.
Menurutnya, pendidikan yang baik akan melahirkan generasi yang terhindar dari penyimpangan akidah, perilaku, maupun pemikiran. Karena itu, apabila orang tua merasa tidak mampu memberikan pendidikan agama yang memadai, maka anak-anak hendaknya dipercayakan kepada pesantren, sekolah, atau lembaga pendidikan terpercaya.
Dalam kesempatan tersebut, Tgk Muksalmina juga mengingatkan para orang tua agar tidak mengucapkan kata-kata buruk atau doa yang tidak baik kepada anak-anak mereka, sekalipun dalam keadaan marah. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad saw yang melarang seseorang mendoakan keburukan bagi diri sendiri, anak-anak, maupun hartanya, karena dikhawatirkan bertepatan dengan waktu mustajab sehingga doa tersebut dikabulkan oleh Allah SWT.
Ia menegaskan, kelalaian orang tua dalam memenuhi hak-hak anak tidak boleh dijadikan alasan bagi seorang anak berbuat durhaka kepada orang tuanya. Sebaliknya, setiap anggota keluarga harus menjalankan hak dan kewajibannya masing-masing demi terciptanya keluarga yang diridhai Allah Swt dan selamat dari azab-Nya.
“Menjaga diri dan keluarga dari api neraka bukan hanya dengan memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi juga dengan membekali mereka ilmu agama, akhlak yang baik, dan pendidikan yang benar,” demikian Tgk Muksalmina.
Pada bagian lain khutbahnya, Tgk Muksalmina, mengajak umat Islam meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan menjaga diri dan keluarga dari perbuatan yang dapat menjerumuskan ke dalam api neraka.
Tgk Muksalmina mengatakan, takwa merupakan bekal terbaik meraih kebahagiaan abadi di akhirat. Karena itu, setiap muslim dituntut untuk melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Ia mengutip firman Allah Swt dalam Surah At-Tahrim ayat 6 yang memerintahkan orang-orang beriman memelihara diri dan keluarga dari api neraka.
Menurutnya, para ulama menafsirkan ayat tersebut sebagai perintah membekali diri dan keluarga dengan ilmu agama. Orang tua memiliki tanggung jawab mengajarkan kepada anggota keluarganya tentang perkara yang diwajibkan dan yang diharamkan oleh Allah Swt, sekaligus membimbing mereka agar senantiasa berada di jalan ketaatan.*
