Pembakar Al-Qur’an di Rusia Divonis Penjara 3,5 Tahun

 Pembakar Al-Qur’an di Rusia Divonis Penjara 3,5 Tahun

Nikita Zhuravel

Moskow (MediaIslam.id) – Seorang pria Rusia divonis penjara tiga setengah tahun karena membakar telah membakar mushaf Al-Qur’an. Putusan itu dijatuhkan oleh Pengadilan di Grozny, Chechnya.

Seperti dilaporkan kantor berita Rusia, TASS, pria pembakar Qur’an itu bernama Nikita Zhuravel (20).

Zhuravel ditahan pada Mei 2023 setelah membakar salinan Al-Qur’an di luar masjid di Volgograd, 800 kilometer dari Grozny.

TASS melaporkan, Zhuravel mengaku bersalah atas tuduhan tersebut, berulang kali meminta maaf di pengadilan, dan mengatakan dia tidak memikirkan konsekuensi tindakannya. Komite Investigasi menuding bahwa Zhuravel dibayar untuk membakar Al-Qur’an oleh intelijen Ukraina.

Zhuravel ditahan berdasarkan undang-undang yang melarang menyinggung perasaan umat beragama di Rusia.

Pemerintahan Presiden Vladimir Putin memperkenalkan undang-undang ini pada 2013 sebagai bagian dari perubahan Kremlin menuju nilai-nilai sosial konservatif.

Penyelidik Rusia akhirnya memindahkan penanganan kasus pembakaran Al-Qur’an ini ke pengadilan di wilayah Chechnya.

Dikutip Reuters, Komite Investigasi yang menangani kejahatan berat mengatakan hal itu terjadi karena banyak warga Chechnya yang meminta kasus itu diadili di wilayahnya lantaran merasa sebagai pihak yang dirugikan.

Chechnya memang menjadi wilayah Rusia dengan mayoritas penduduk umat Muslim. Pemimpin Chechnya yang pro-Putin, Ramzan Kadyrov, menggambarkan dirinya sebagai pembela agama Islam terkemuka di Rusia.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *