NU Care-LAZISNU Luncurkan ‘Palestina Fonds 2.0’ dalam Rangkaian Muktamar ke-35
Peluncuran NU Care-LAZISNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/08)
Jombang (Mediaislam.id) — NU Care-LAZISNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menghidupkan kembali gerakan Palestina Fonds yang digagas KH Abdul Wahab Chasbullah pada 1938. Langkah ini diwujudkan melalui peluncuran Palestina Fonds 2.0 dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026).
Peluncuran ulang gerakan ini menjadi sorotan kritis publik terkait sejauh mana efektivitas skema bantuan kemanusiaan tersebut dapat menembus blokade militer yang saat ini mencekik kawasan Palestina.
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ginanjar Sya’ban menegaskan bahwa komitmen historis NU terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina sebenarnya telah mengakar kuat sejak sebelum Indonesia merdeka.
“Salah satu tonggak pentingnya terjadi dalam Muktamar NU di Menes, Banten, pada 1938, yang diinisiasi oleh KH Abdul Wahab Hasbullah atas restu KH M Hasyim Asy’ari,” ujar Ginanjar dalam keterangannya di Jombang, Ahad (30/8) dikutip dari Antara.
Ginanjar menjelaskan, Muktamar NU di Menes tahun 1938 memiliki arti penting dalam sejarah organisasi sebagai momentum peneguhan komitmen terhadap rakyat Palestina. Saat itu, KH Abdul Wahab Chasbullah menginisiasi gerakan Palestina Fonds sebagai bentuk dukungan moral dan materiil.
Ia menilai pengaktifan kembali Palestina Fonds dalam momentum Muktamar ke-35 NU memiliki nilai historis yang mendalam. Gerakan ini berupaya memanggil kembali spirit para pendiri NU dalam membela kemanusiaan.
“Gerakan ini seperti mengulang kembali semangat yang pernah dibangun para pendiri NU dalam memberikan dukungan kepada Palestina. Kita seolah dejavu, karena lokasinya berada di Jombang,” katanya.
Sementara itu, Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar menegaskan bahwa dukungan terhadap rakyat Palestina tidak boleh berhenti pada wacana, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata kemanusiaan.
“Ketika berbicara terkait Palestina, almarhum Mbah Wahab itu salah satu tokoh yang sudah memberikan perhatian istimewa kepada Palestina. Dan kita tidak akan berhenti membantu Palestina,” ujarnya.
Menjawab keraguan terkait jalur distribusi logistik di tengah perang, Habib Ali mengklaim NU Care-LAZISNU telah memiliki jaringan internasional yang solid untuk menyalurkan bantuan.
“Kami bersyukur LAZISNU memiliki akses untuk menyalurkan bantuan kepada Palestina itu melalui Mesir, Turki, Yordania, bahkan melalui mitra di dalam Palestina itu sendiri. Dan alhamdulillah kami mendapatkan banyak amanah tersebut,” katanya.
Habib Ali menambahkan bahwa dana yang dihimpun dari masyarakat Indonesia tidak hanya bernilai materiil, tetapi juga menjadi modal psikologis dan moral bagi warga Palestina yang terisolasi krisis.
