Muhammad Rasyid Ridha, Sang Shahibul Manar

 Muhammad Rasyid Ridha, Sang Shahibul Manar

Syekh Muhammad Rasyid Ridha

Wafatnya

Syekh Muhammad Rasyid Ridha meninggal dunia pada 23 Jumadil Ula 1353 H (22 Agustus 1935), di dalam mobil dalam perjalanan pulang dari Suez ke Kairo.

Karya-karyanya

Syekh Muhammad Rasyid Ridha termasuk ulama terkemuka kebanggaan umat Islam. Pemikiran dan tulisan-tulisannya mempunyai pengaruh sangat besar yang jarang dimiliki ulama belakangan ini.

Berikut ini beberapa karya Syekh Muhammad Rasyid Ridha, sebagaimana ditulis Amir Syakib Arslan dalam bukunya:

1. Tafsir Al-Qur’an Al-Karim (kemudian dikenal dengan Tafsir Al-Manar; tafsir ini hanya sampai surah Yusuf ayat 101; anehnya, terakhir yang ia tulis berbunyi: “Tuhan, Engkau telah memberiku kerajaan dan mengajarkan kepadaku takwil hadits.”)

2. At-Tafsir Al-Mukhtashar Al-Mufid (diinginkan menjadi semacam matan bagi Tafsir Al Manar, akan tetapi, hanya beberapa juz saja yang dicetak).

3. Majallah Al-Manar (berisi kumpulan makalah, analisis, arahan, pemikiran pembaharuan, surat balasan, dan penjelasan atau komentar atas ragam peristiwa, serta fatwa-fatwanya yang lurus).

4. Tarikh Al-Ustadz Al-Imam Asy-Syekh Muhammad Abduh (terdiri atas tiga jilid).
5. Nida Al-Jins Al-Lathif (Huquq An-Nisa’ li Al-Islam; diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa).
6. Al-Wahyu Al-Muhammadiyy (diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa).
7. Al-Manar wa Al-Azhar.
8. Tarjamah Al-Qur`an wa ma fiha min Al-Mafasid.
9. Dzikra Al-Maulid An-Nabawi.
10. Mukhtashar Dzikra Al-Maulid.
11. Al-Wihdah Al-Islamiyyah (dicetak dengan judul Muhawarat Al-Mushlih wa Al-Muqallid).
12. Yusr Al-Islam wa Ushul At-Tasyri’ Al-Am.
13. Al-Khilafah aw Al-Imamah Al-Uzhma.
14. Al-Wahabiyyun wa Al-Hijaz.
15. As-Sunnah wa Asy-Syi’ah (jilid pertama sumbangsih darinya).
16. Khithab ‘Am fi ma Yajib ‘ala Al-Muslimin li Bait Allah Al-Haram.
17. Manasik Al-Hajj wa Ahkamuhu wa Hikamihi.
18. Al-Muslimun wa Al-Qibth.
19. Tafsir Al-Fatihah wa Al-Kautsar wa Al-Kafirun wa Al-Ikhlash wa Al-Mu’awwidzatain (antologi yang meliputi tafsir surah Al-Ashr karya Ustadz Syekh Muhammad Abduh).
20. Risalah fi Ash-Shulb wa Al-Fida’.
21. Haqiqah Ar-Riba, hanya dicetak 96 halaman saja.
22. Musawat Al-Mar’ah bi Ar-Rajul (kajian bersama Dr. Mahmud Azmi di Universitas Mesir).
23. Risalah fi Hujjah Al-Islam Al-Ghazali.
24. Al-Maqshurah Ar-Rasyidiyyah (bantahan atas Al-Maqshurah Ad-Daridiyyah).
25. Risalah fi At-Tauhid ‘ala Thariqat As-Su’al wa Al-Jawab.
26. Al-Hikmah Asy-Syar’iyyah fi Muhakamat Al-Qadiriyyah wa Ar-Rifa’iyyah (risalah yang ditulis di tengah menuntut ilmu sebagai bantahan atas Sayyid Abu Al-Huda Ash-Shayyadi mengenai sesuatu yang diperdebatkan bersama Syekh Abdul Qadir Al-Jailani).

Andaikata tidak ada karya-karya lain selain 35 edisi Majalah Al-Manar, sudah cukup baginya menjadi cahaya yang menerangi langkahnya di dunia dan akhirat.[]

Sumber: Syekh Syakib Arslan, Kenapa Umat Islam Tertinggal (Terjemah), Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + 7 =