Manfaatkan AI, Pemprov DKI Tata Kawasan Kumuh tanpa Penggusuran

 Manfaatkan AI, Pemprov DKI Tata Kawasan Kumuh tanpa Penggusuran

Penandatanganan MoU antara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jeju Oh Young-hun di KBRI Seoul, Korea Selatan, Sabtu (25/4/2026). [Antara]

Jakarta (Mediaislam.id) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng Korea Selatan untuk mengatasi berbagai persoalan perkotaan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Jakarta mempersiapkan diri untuk terlibat dalam kemitraan strategis antara Indonesia dengan Korea Selatan di bidang AI,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Roundtable Discussion bertajuk “Shaping the Future Together: Strategic AI Partnership Between Korea and Indonesia” di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Kamis (08/10) dikutip dari Antara.

Pramono mengatakan selama ini Jakarta memiliki hubungan yang baik dan telah menjalin kerja sama sister city dengan beberapa kota di Korea Selatan. Kota-kota tersebut antara lain Seoul, Jeju, Chungcheongnam-do, dan Nonsan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Jakarta memiliki fondasi digital yang kuat untuk mengembangkan pemanfaatan AI.

Saat ini, terdapat 102 data center di Jakarta atau hampir separuh dari total pusat data yang ada di Indonesia.

Menurut Pramono, teknologi tersebut perlu diterapkan secara nyata untuk menjawab persoalan di lapangan.

Salah satu bentuk penerapannya adalah melalui penataan kawasan sepanjang 2,3 kilometer yang mencakup Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Kita akan menerapkan AI untuk melakukan renovasi dan revitalisasi tanpa melakukan penggusuran,” ungkap Pramono.

Ia menambahkan, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu perancangan kawasan, mengoptimalkan penggunaan CCTV, serta mendukung pendekatan penataan yang lebih terukur.

Selain untuk penataan kawasan, Pemprov DKI melihat potensi AI dalam pelayanan publik, pengambilan kebijakan berbasis data, dan pengelolaan mobilitas perkotaan.

Pramono menekankan bahwa pemanfaatan AI harus tetap berorientasi pada manusia. Prinsip ini dijalankan dengan menjaga privasi, keamanan, keadilan, akuntabilitas, serta inklusi digital.

Sementara itu, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Yoon Soon Gu menyatakan kesiapan negaranya untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan ekosistem AI.

“Kami memiliki fondasi yang kuat dan kokoh untuk mengembangkan serta meningkatkan ekosistem kecerdasan buatan. Oleh karena itu, kami siap bekerja sama dengan Indonesia. Kami adalah mitra yang dapat diandalkan bagi Indonesia di berbagai sektor, terutama AI,” ujar Yoon Soon Gu.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 9 =