Manasik Haji Kini Lebih Nyata, UMKM Ikut Didorong Naik Kelas
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak bersama peserta manasik.
Medan (Mediaislam.id)–Kementerian Haji dan Umrah menghadirkan pendekatan baru dalam persiapan ibadah haji. Melalui Expo UMKM yang digelar pada 6–8 April 2026, manasik haji tidak lagi sekadar teori, tetapi dikemas lebih interaktif dan menyentuh aspek ekonomi umat.
Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem haji yang lebih kuat dan mandiri. Tidak hanya membekali jemaah secara spiritual, tetapi juga memperkenalkan mereka pada rantai ekonomi di balik penyelenggaraan ibadah haji.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa penguatan ekosistem ekonomi merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan penyelenggaraan haji yang berkelanjutan.
Menurutnya, expo ini bukan sekadar pameran, tetapi langkah nyata mendorong UMKM agar mampu berkontribusi dalam kebutuhan haji dan umrah, sekaligus menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
“Penguatan ekosistem ekonomi haji menjadi bagian dari Tri Sukses Haji. Melalui expo ini, kita mendorong kemandirian ekonomi dan nilai tambah dalam rantai pasok haji dan umrah,” ujarnya, Selasa (07/04/2026).
Menariknya, konsep manasik dibuat lebih hidup melalui simulasi perjalanan haji. Pengunjung diajak merasakan alur ibadah dengan pembagian area seperti Madinah, Bir Ali, hingga Arafah. Pendekatan ini memberi pengalaman yang lebih konkret bagi calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Di sisi lain, Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, menilai integrasi ini menjadi cara efektif untuk meningkatkan literasi sekaligus pemberdayaan ekonomi jemaah. Ia menekankan bahwa edukasi haji kini perlu menyentuh aspek yang lebih luas, termasuk kemandirian ekonomi.
“Expo ini bukan sekadar ajang pamer produk, tetapi juga sarana edukasi bagi jemaah sekaligus mendorong UMKM berperan aktif dalam membangun ekosistem ekonomi haji yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebanyak 30 UMKM ambil bagian dalam expo ini dengan menghadirkan beragam produk, mulai dari perlengkapan ibadah hingga makanan dan oleh-oleh haji. Produk lokal ini diharapkan mampu menjadi alternatif kuat yang tidak kalah dari produk impor.
Tak hanya itu, para pelaku UMKM juga akan didorong masuk ke platform digital oleh-oleh haji yang tengah dikembangkan. Langkah ini membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memudahkan jemaah dalam memenuhi kebutuhannya.
Melalui pendekatan ini, persiapan haji tidak lagi dipandang semata sebagai perjalanan ibadah, tetapi juga sebagai momentum membangun kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.*
