LPPOM Connect 2026: Merawat Amanah Halal melalui Integritas dan Spiritualitas

 LPPOM Connect 2026: Merawat Amanah Halal melalui Integritas dan Spiritualitas

Bogor (Mediaislam.id)–LPPOM menegaskan komitmennya sebagai penjaga mutu dan integritas halal di tengah dinamika industri dan regulasi yang semakin kompleks. Melalui LPPOM Connect 2026, lembaga ini menempatkan penguatan kualitas, kolaborasi, dan tanggung jawab moral sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap jaminan halal.

Mengusung tema “Igniting Hope, Reinforcing Quality, Aligning Collaboration”, LPPOM Connect 2026 yang digelar pada 19 Januari 2026 di Bigland Hotel, Bogor, menjadi forum strategis untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menyelaraskan langkah menghadapi tantangan masa depan ekosistem halal. Kegiatan ini menegaskan bahwa peran LPPOM tidak hanya administratif, tetapi substantif dalam memastikan kehalalan produk yang beredar di masyarakat.

Forum ini tidak dimaknai sebagai agenda rutin semata, melainkan sebagai ruang konsolidasi nilai dan penguatan tanggung jawab kolektif seluruh insan LPPOM. Di tengah tuntutan kerja yang semakin kompleks, LPPOM menegaskan bahwa kualitas kinerja organisasi bertumpu pada kolaborasi, integritas, dan kesadaran akan amanah halal yang diemban bersama.

Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, dalam sambutannya menekankan bahwa perjalanan organisasi diwarnai oleh tantangan sekaligus keberkahan. Ia menyampaikan bahwa berbagai rintangan yang dihadapi justru menjadi proses pembelajaran dan penguatan bagi LPPOM dalam menjalankan perannya.

“Yang lebih penting adalah bagaimana proses sertifikasi halal dapat memberikan jaminan halal yang sesungguhnya, serta pelaku usaha mampu menjaga kehalalan produknya dan mempertanggungjawabkannya kepada konsumen,” ujar Muti seperti dimuat laman Halalmui.org, Kamis (22/1/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan LPPOM yang berorientasi pada substansi halal, bukan sekadar pemenuhan prosedur administratif. Di tengah perkembangan industri dan regulasi halal yang kian dinamis, LPPOM menempatkan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas sebagai landasan utama dalam menjaga kepercayaan publik.

Penguatan perspektif ini selaras dengan pandangan Wakil Ketua Umum MUI, KH. M. Cholil Nafis, Ph.D., yang menyoroti pergeseran isu halal menjadi isu sosial yang lebih luas. Menurutnya, halal kini berkaitan erat dengan kepercayaan publik, transparansi industri, serta perkembangan teknologi pangan dan produk industri lainnya.

“Halal hari ini bukan hanya isu keagamaan, tetapi juga isu sosial yang menyangkut kepercayaan publik dan transparansi industri. Sertifikasi halal tidak boleh berhenti pada selembar dokumen regulatif, melainkan harus menjadi jaminan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada konsumen,” terang Kiai Cholil.

Dimensi nilai dan kepemimpinan turut menjadi perhatian dalam forum ini. Wakil Ketua Umum MUI, Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag., menekankan pentingnya keterhubungan nilai dalam membangun kinerja organisasi yang berkelanjutan. Menurutnya, relasi antara pemimpin dan tim harus dibangun di atas pemahaman bersama, bukan sekadar instruksi struktural.

“Spiritualitas memberikan makna atas pekerjaan, memandu motivasi, serta menjadi sumber daya batin untuk bertahan dalam situasi sulit. Hal ini selaras dengan konsep amanah dalam kerja halal, di mana pekerjaan tidak hanya diukur melalui output, tetapi juga melalui pertanggungjawaban,” jelas Buya Anwar.

Melalui LPPOM Connect 2026, LPPOM menegaskan posisinya sebagai pilar penting dalam ekosistem halal Indonesia. Penguatan kualitas, integritas, dan kolaborasi berkelanjutan menjadi pesan utama yang ditegaskan dalam forum ini, seiring dengan komitmen LPPOM untuk terus menjaga kepercayaan umat dan menjawab tantangan masa depan industri halal secara bertanggung jawab.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + 2 =