Libatkan Militer Israel, Adidas Hadapi Seruan Boikot
Kontroversi Adidas sebelumnya terkait Bella Hadid
Kritik terbaru muncul dua tahun setelah Adidas menghadapi kecaman terpisah terkait perlakuannya terhadap model Amerika keturunan Palestina Bella Hadid.
Pada Juli 2024, Adidas mencoret Hadid dari kampanye sepatu retro yang merujuk pada Olimpiade Munich 1972 setelah Israel mengkritik keterlibatannya. Hadid, yang sejak lama secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap hak-hak Palestina, kemudian menunjuk tim hukum, menurut Daily Mail yang mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Adidas kemudian meminta maaf kepada Hadid dan mitra kampanye lainnya, dengan mengatakan pihaknya telah melakukan “kesalahan yang tidak disengaja.” Perusahaan juga meminta maaf kepada Hadid, A$AP Nast, Jules Kounde, dan pihak lain atas dampak negatif yang ditimbulkan serta mengatakan sedang meninjau kembali kampanye tersebut.
Namun, perusahaan tidak membatalkan keputusannya mencoret Hadid, sehingga memicu seruan boikot di media sosial.
Aktivis Palestina sekaligus Direktur Center for Islam and Global Affairs di Istanbul Zaim University, Sami Al-Arian, mengatakan kepada Anadolu bahwa Adidas telah melakukan tindakan “menargetkan selebritas dan tokoh terkenal yang mendukung perjuangan Palestina.”
“Saya kira sangat mungkin terjadi boikot terhadap produk-produk Adidas yang akan membuat mereka harus memetik pelajaran dengan cara yang sulit, yakni dengan menyasar keuntungan mereka karena mereka telah memilih keuntungan ketimbang prinsip,” kata Al-Arian.
Dia juga menggambarkan perlakuan perusahaan terhadap Hadid sebagai bentuk “kemunafikan tingkat tinggi dalam isu Palestina.”
Komentator politik Inggris Sami Hamdi mengatakan kepada Anadolu bahwa Adidas dapat menghadapi konsekuensi serupa dengan yang dialami sejumlah merek besar lain yang menjadi sasaran kampanye boikot terkait perang Gaza.
“McDonald’s, Starbucks, KFC, dan merek-merek lainnya sudah merasakan dampak gerakan boikot di negara-negara mayoritas Muslim, dengan banyak dari merek tersebut terpaksa menutup sejumlah besar gerai. Seruan untuk memboikot Adidas dengan cara yang sama juga sudah muncul,” kata Hamdi.
sumber: anadolu
