Korban Gugur Akibat Genosida di Gaza Tembus 60 Ribu Orang

 Korban Gugur Akibat Genosida di Gaza Tembus 60 Ribu Orang

Gaza (Mediaislam.id) – Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengumumkan pada Selasa (23/7) bahwa jumlah korban jiwa akibat genosida yang dilakukan Israel sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 60.034 orang tewas dan 145.870 orang terluka. Hanya dalam 24 jam terakhir, sebanyak 113 orang syahid dan 637 orang terluka dilarikan ke rumah sakit di berbagai wilayah Jalur Gaza.

Pernyataan ini dirilis sebagai bagian dari laporan statistik harian yang mendokumentasikan eskalasi kekerasan dan dampaknya terhadap penduduk sipil. Kementerian menambahkan bahwa korban terus berjatuhan akibat serangan yang menargetkan titik distribusi bantuan, yang disebut Israel sebagai lokasi “kemanusiaan”, namun justru berubah menjadi jebakan maut.

Kelaparan Mematikan: 1.179 Tewas di Titik Bantuan

Menurut Kementerian Kesehatan, jumlah korban tewas akibat kelaparan dan serangan di dekat titik distribusi bantuan telah mencapai 1.179 orang, dengan lebih dari 7.957 lainnya terluka. Dalam 24 jam terakhir saja, 22 orang gugur dan 199 lainnya terluka saat mencoba mengakses bantuan makanan di wilayah yang dikendalikan pasukan pendudukan.

Sejak 18 Maret 2025—ketika pendudukan Israel mengingkari kesepakatan gencatan senjata tahap kedua—tercatat 8.867 korban jiwa dan 33.829 orang terluka. Ini menjadikan total korban sejak 7 Oktober 2023 mencapai 205.904 orang, sebuah angka yang mencerminkan bencana kemanusiaan berskala besar.

Korban Tertimbun dan Terabaikan

Kementerian juga menegaskan bahwa banyak korban masih tertimbun di bawah reruntuhan atau tergeletak di jalanan, karena ambulans dan tim pertahanan sipil tidak dapat menjangkau lokasi akibat intensitas serangan dan blokade yang diberlakukan oleh Israel.

“Situasi di Gaza terus memburuk di semua lini. Blokade total yang diberlakukan sejak Maret, ditambah penghentian total masuknya bantuan makanan dan medis, telah memperparah penderitaan warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan.

Tubuh Warga Gaza Menyerupai Tengkorak

Gambar dan video yang beredar menunjukkan kondisi warga Gaza yang mengenaskan. Tubuh mereka mengering menyerupai tengkorak, tulang terlihat menonjol karena kelaparan ekstrem, dan banyak yang mengalami mual, pingsan, kelelahan berat, hingga kehilangan kesadaran.

Dokumentasi lapangan ini memperkuat temuan organisasi internasional bahwa Israel secara sistematis menjadikan kelaparan sebagai senjata perang, sebuah pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Gencatan Senjata Gagal, Genosida Berlanjut

Upaya diplomatik untuk menghentikan perang kembali menemui jalan buntu. Sementara pemerintah pendudukan menutup seluruh perlintasan bantuan, pasukan Israel terus melancarkan serangan ke wilayah-wilayah padat penduduk.

Genosida yang berlangsung selama lebih dari sembilan bulan ini telah menjadikan Jalur Gaza sebagai salah satu krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah modern, dengan kehancuran menyeluruh terhadap infrastruktur, rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah.

sumber: infopalestina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 3 =