Korban Genosida di Gaza Bertambah, 71.266 Orang Gugur

 Korban Genosida di Gaza Bertambah, 71.266 Orang Gugur

Ilustrasi: Warga Gaza yang terbunuh di luar Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir el-Balah, bagian dari Jalur Gaza tengah. [AP Photo]

Gaza (Mediaislam.id) – Kebrutalan agresi di Jalur Gaza terus memakan korban jiwa tanpa henti. Dalam 48 jam terakhir, setidaknya 29 martir Palestina dilaporkan tiba di rumah sakit, membawa total angka kematian sejak awal genosida pada Oktober 2023 ke titik yang mengerikan: 71.266 nyawa melayang.

Laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza pada Sabtu (27/12) mengungkapkan pemandangan memilukan di lapangan. Dari 29 korban jiwa tersebut, 25 jenazah baru saja berhasil dievakuasi dari balik reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel.

Terkubur di Bawah Puing dan Pengabaian Dunia

Data statistik ini diyakini hanyalah “puncak gunung es”. Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa ribuan korban lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan beton dan di jalanan yang tidak dapat diakses.

Skala kehancuran yang masif dan kondisi lapangan yang sangat berbahaya membuat tim ambulans serta Pertahanan Sipil mustahil menjangkau mereka. Hal ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban yang tidak dapat memberikan penghormatan terakhir bagi orang-orang terkasih yang tertimbun puing.

Gencatan Senjata yang Dinodai

Meskipun perjanjian gencatan senjata secara teknis telah berlaku sejak 11 Oktober lalu, Israel dilaporkan terus melakukan pelanggaran sistematis. Sejak tanggal tersebut:

– 414 warga Palestina tewas akibat pelanggaran militer Israel.
– 1.142 orang lainnya mengalami luka-luka.
– 679 jenazah korban hilang baru berhasil ditemukan dari bawah puing-puing selama masa “gencatan senjata” ini.

Selain itu, Komite Akreditasi Martir baru saja mengesahkan data tambahan sebanyak 292 martir yang gugur dalam periode 19 hingga 26 Desember 2025, menambah daftar panjang kumulatif korban genosida.

Genosida yang Menghapus Kota dari Peta

Sejak 7 Oktober 2023, pasukan pendudukan Israel—dengan dukungan militer dan politik dari Amerika Serikat serta beberapa negara Eropa—terus menjalankan kampanye pemusnahan massal. Lebih dari 242.000 warga Palestina kini tercatat menjadi korban, baik tewas maupun terluka.

Dunia menyaksikan dengan ngeri bagaimana mayoritas korban adalah anak-anak dan perempuan. Agresi ini tidak hanya membunuh melalui peluru dan bom, tetapi juga melalui:

– Kelaparan Sistematis: Blokade total yang merenggut nyawa warga sipil secara perlahan.
– Penghancuran Infrastruktur: Menghapus sebagian besar wilayah pemukiman dan kota dari peta geografi Gaza.
– Pengusiran Paksa: Ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal dan hidup dalam pengungsian yang tidak layak.

Menabrak Hukum Internasional

Kekejaman ini terus berlanjut di tengah kecaman global yang meluas. Israel secara terang-terangan mengabaikan perintah Mahkamah Internasional (ICJ) dan seruan dari berbagai lembaga kemanusiaan dunia untuk menghentikan agresi.

Bagi rakyat Gaza, setiap detik adalah pertaruhan antara hidup dan mati, sementara dunia internasional terus ditantang untuk membuktikan komitmennya terhadap keadilan dan hak asasi manusia di hadapan bencana kemanusiaan terbesar di abad ini.

sumber: infopalestina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + three =