Kontingen Laut Indonesia Berangkat ke Turki untuk Bergabung dalam Misi Global Sumud Flotilla 2026

 Kontingen Laut Indonesia Berangkat ke Turki untuk Bergabung dalam Misi Global Sumud Flotilla 2026

Jakarta (Mediaislam.id)–Kontingen laut Indonesia yang terdiri dari lima peserta dan satu awak media resmi berangkat hari ini (28/04) dari Indonesia menuju Turki untuk bergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2026. Kelima peserta itu adalah Andi Angga Prasadewa, Ronggo Wirasanu, Herman Budianto Sudarsono, Hendro Prasetyo, dan Asad Aras Muhammad.

Global Sumud Flotilla (GSF) merupakan inisiatif solidaritas global yang melibatkan lebih dari 80 kapal sipil dari berbagai negara, dengan tujuan utama menembus blokade Gaza dan membuka jalur kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Misi ini menjadi simbol perlawanan sipil global terhadap krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di Gaza, sekaligus seruan moral kepada dunia internasional untuk bertindak lebih tegas.

“Palestina sangat membutuhkan perhatian kita semua. Kita sesama masyarakat merdeka punya tanggung jawab internasional untuk memperjuangkan Palestina,” tutur Bambang Nuroyono.

Perjalanan GSF dimulai dari Barcelona, sebagai titik pelepasan awal konvoi laut internasional pada 12 April lalu. Selanjutnya, armada bergabung dengan kapal-kapal lain dari Italia pada 26 April. Kini melanjutkan etape perjalanan menuju Yunani dan Turki sebagai titik konsolidasi akhir sebelum mendekati perairan Gaza.

Selain konvoi laut, GSF juga mencakup berbagai upaya advokasi global. Pada 22 April 2026, telah diselenggarakan Kongres Parlemen di Brussel yang mempertemukan anggota parlemen, aktivis kemanusiaan, dan perwakilan masyarakat sipil dari berbagai negara. Forum ini bertujuan memperkuat tekanan politik internasional untuk menghentikan blokade Gaza dan memastikan perlindungan terhadap warga sipil Palestina. Indonesia juga mengirimkan wakil dari MUI, akademik, aktivis, dan praktisi hukum seperti Prof. Sudarnoto, Prof. Heru Susetyo, Wanda Hamidah, Gustika Hatta, Arif, dan Feri Amsari.

Di jalur darat, misi ini juga diperkuat dengan konvoi darat kemanusiaan yang akan bergerak dari Mauritania, berkumpul di Libya pada 7 Mei dan bersama menuju Gaza. Dari Indonesia, peserta GPCI akan berangkat ke Libya pada 5 Mei, bergabung dengan lebih dari 1000 peserta dari puluhan negara.

Dalam rangkaian aksi global tersebut, aktivis GSF berupaya mencegah kapal kargo MSC Maya yang sedang berlayar menuju pelabuhan Ashdod, Israel. Aksi ini merupakan bentuk tekanan sipil terhadap jalur logistik yang dinilai berkontribusi pada keberlanjutan blokade dan operasi militer di Gaza.

Partisipasi kontingen Indonesia dalam misi ini merupakan wujud komitmen masyarakat sipil Indonesia dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan global, sejalan dengan amanat konstitusi untuk menolak segala bentuk penjajahan di dunia.

“Insya Allah misi ini akan menjadi bagian dari sejarah, di mana Indonesia kembali berperan dalam menembus blokade Gaza, serta mewakili Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” tegas Jajang Nurjaman.

Kontingen Indonesia dijadwalkan bergabung dengan peserta internasional lainnya di Turki dalam beberapa hari ke depan, sebelum melanjutkan tahap berikutnya dari misi Global Sumud Flotilla 2026.

“Poin penting dari misi ini bukanlah keberangkatan GPCI, melainkan terus mengangkat isu blokade Gaza. Terlebih di situasi Timur Tengah saat ini, Gaza seolah-olah semakin terlupakan. Kami berharap masyarakat Indonesia tidak lupa untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” papar Asep.

“Semoga Global Sumud Flotilla ini menjadi langkah awal terbukanya koridor kemanusiaan,” pungkas Irvan Nugraha.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 8 =