Khutbah Arafah, Pentingnya Memperkuat Tauhid dan Persatuan Umat
Jutaan umat Islam dari berbagai negara melaksanakan wukuf di Jabal Rahmah, Arafah, Arab Saudi, pada Selasa (27/6/2023).
Mekah (Mediaislam.id) – Wakil Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Bogor, Ustaz Wilyudin Abdul Rasyid Dhani, menyampaikan khutbah Arafah di Padang Arafah, Mekah pada Selasa (26/5/2026). Ia menekankan pentingnya memperkuat tauhid, menjaga persatuan umat, serta meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT sebagai inti pesan ibadah haji dan makna Hari Arafah.
Dalam khutbah yang bertema “Pesan Arafah: Tauhid, Persatuan, dan Ketaatan”, Ustaz Dhani mengingatkan bahwa Hari Arafah merupakan hari yang sangat agung dalam Islam. Hari tersebut bukan hanya puncak ibadah haji bagi para jamaah yang sedang menunaikan wukuf, tetapi juga menjadi momentum penyempurnaan agama dan hari pembebasan dari api neraka.
Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Ma’idah ayat 3, “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu,” yang menurutnya turun di Padang Arafah saat Rasulullah SAW melaksanakan Haji Wada’.
“Ini menunjukkan betapa mulianya Hari Arafah. Hari ini adalah momentum untuk memperbarui keimanan, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan meneguhkan kembali komitmen kita terhadap ajaran Islam,” ujar Ustaz Dhani di hadapan jamaah haji Indonesia tenda 1 kloter JKS 24 dan 27.
Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa pesan pertama dari Arafah adalah menjaga kemurnian tauhid dan menjauhi segala bentuk kesyirikan. Menurutnya, tauhid merupakan hak Allah yang wajib dijaga setiap muslim.
“Jangan kotori tauhid dengan syirik, perdukunan, jimat, atau sesajen. Allah telah menegaskan bahwa dosa syirik adalah dosa yang sangat besar dan tidak diampuni jika tidak disertai taubat,” tegasnya sambil mengutip Surah An-Nisa ayat 48.
Pesan kedua yang disampaikan adalah pentingnya menjaga persatuan umat Islam. Ustaz Wilyudin mengingatkan bahwa Padang Arafah adalah simbol kesetaraan manusia di hadapan Allah. Semua jamaah hadir dengan pakaian ihram yang sama tanpa memandang status sosial, suku, maupun bangsa.
“Di Arafah tidak ada raja dan rakyat, tidak ada kaya dan miskin. Semua sama di hadapan Allah. Maka tinggalkan fanatisme golongan, rasisme, dan segala bentuk perpecahan yang melemahkan umat,” katanya.
Ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa tidak ada kelebihan seseorang atas yang lain kecuali karena ketakwaannya.
Selain itu, Ustaz Dhani menyoroti pentingnya menjaga amanah dan menegakkan keadilan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan umat Islam untuk meninggalkan praktik zalim, khianat, dan riba sebagaimana telah diwanti-wanti Rasulullah SAW dalam khutbah perpisahan beliau di Arafah.
“Jaga hak Allah dan hak manusia. Jangan mengambil yang bukan hak kita, jangan berlaku zalim, dan tinggalkan riba karena itu merusak kehidupan sosial umat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa umat Islam harus kembali berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup. Menurutnya, inilah wasiat terakhir Rasulullah SAW agar umat tidak tersesat.
“Selama kita berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah, insya Allah kita akan selamat dunia dan akhirat,” tuturnya.
Di akhir khutbah, Ustaz Dhani mengajak seluruh jamaah haji memanfaatkan waktu wukuf di Arafah dengan memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar, karena Hari Arafah merupakan hari di mana Allah paling banyak membebaskan hamba-Nya dari neraka.
Ia juga mengingatkan umat Islam yang tidak sedang berhaji agar memanfaatkan keutamaan puasa Arafah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
“Jangan sia-siakan hari mulia ini dengan kelalaian, ghibah, dan maksiat. Isi dengan doa untuk diri, keluarga, bangsa, dan saudara-saudara kita, khususnya rakyat Palestina serta seluruh umat Islam yang sedang mengalami ujian,” pungkasnya. []
