Ketum DPP Hidayatullah: Munas ke-6 Jadi Momentum Menentukan Arah Perjuangan Strategis

 Ketum DPP Hidayatullah: Munas ke-6 Jadi Momentum Menentukan Arah Perjuangan Strategis

Jakarta, Mediaislam.id – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. Nashirul Haq, menegaskan bahwa Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Hidayatullah menjadi momentum penting bagi seluruh kader untuk memperkuat barisan dan menetapkan arah perjuangan strategis organisasi ke depan.

Hal itu disampaikannya saat membuka secara internal Munas ke-6 Hidayatullah yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 20–23 Oktober 2025.

Di hadapan ribuan peserta yang terdiri atas Pimpinan Umum, pengurus pusat, Majelis Penasihat, Dewan Pertimbangan, Dewan Murabbi, Ketua DPW, hingga DPD se-Indonesia, Nashirul menekankan bahwa Munas kali ini membawa misi utama.

“Munas bukan sekadar rutinitas lima tahunan, bukan pula semata untuk memilih ketua umum atau pengurus pusat,” ujarnya di Jakarta Timur, Senin (20/10/2025).

“Lebih dari itu, kita hadir untuk melakukan konsolidasi, menajamkan visi dan misi perjuangan, serta menetapkan arah kebijakan strategis sebagai pijakan langkah lima tahun ke depan,” lanjutnya.

Ia menyerukan agar semangat ukhuwah dan persaudaraan dijunjung tinggi selama persidangan berlangsung. Proses pengambilan keputusan, kata Nashirul, hendaknya dilakukan dengan penuh kedamaian, kesantunan, dan kedisiplinan, sambil tetap memberi ruang bagi pandangan kritis yang santun dan bersahabat.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada para kader yang hadir dari berbagai penjuru tanah air dengan penuh semangat juang. Jakarta kembali dipilih sebagai lokasi Munas setelah sebelumnya digunakan pada Munas ke-2 karena pertimbangan efisiensi dan letaknya yang strategis.

“Kami apresiasi sahabat-sahabat para mujahid, ada yang datang naik pesawat, kapal dari Papua hingga Sumatera, yang menempuh darat dari Jawa, bahkan ada yang mengendarai motor. Masyaallah, semoga semangat ini tidak pernah pudar,” ungkapnya, menggambarkan militansi kader dalam berjuang dan berkhidmat.

Kekompakan peserta tampak dari seragam batik yang dikenakan sekitar 1.000 peserta, yang oleh Ustadz Nashirul disebut sebagai simbol “indahnya kebersamaan.”

Mengakhiri sambutannya, Nashirul membacakan pantun penuh makna.

Perahu berlayar menuju seberang, Membawa bekal penuh harapan. Peserta Munas telah datang, Membawa spirit perjuangan.

Hari cerah, langit pun ramah,Kita berjumpa penuh ukhuwah. Munas dibuka dengan basmalah. Semoga sukses dan penuh berkah.

Munas ke-6 Hidayatullah diharapkan melahirkan langkah konkret dan kepengurusan yang solid untuk menjaga kedamaian organisasi serta meningkatkan kontribusi dakwah Hidayatullah bagi umat dan bangsa.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + sixteen =