Ketua PW Persis DKI Kenang Keteladanan KH Syukron Makmun
JAKARTA (Mediaislam.id)–Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) DKI Jakarta menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ulama karismatik KH Syukron Makmun, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman. Sosok yang dikenal sebagai Singa Mimbar itu dinilai meninggalkan jejak penting dalam dakwah dan pendidikan Islam di Indonesia.
Ketua PW Persis DKI Jakarta, Ustaz Sofyan Munawar, mengatakan, wafatnya KH Syukron Makmun merupakan kehilangan besar bagi umat Islam, khususnya kalangan pendakwah dan dunia pendidikan pesantren.
Menurut dia, almarhum merupakan pendakwah yang konsisten, berani menyampaikan kebenaran, serta senantiasa menjaga ukhuwah Islamiyah.
Dalam keterangannya, Ahad (18/10/2026), Sofyan mengenang KH Syukron Makmun sebagai orator ulung yang memiliki kemampuan retorika kuat dalam menyampaikan dakwah di tingkat nasional.
“Penyampaian dakwah almarhum yang lugas, tegas, namun tetap sarat akan nilai-nilai keilmuan memberikan warna tersendiri dan menjadi inspirasi bagi para dai generasi muda di Jakarta,” kata Sofyan.
Selain kiprahnya di mimbar dakwah, Sofyan mengapresiasi dedikasi KH Syukron Makmun dalam membangun Pondok Pesantren Daarul Rahman. Menurut dia, upaya almarhum mendirikan dan mengembangkan pesantren menjadi bagian penting dari kontribusinya dalam mencetak generasi mubaligh yang berilmu dan berakhlak mulia.
Dia menilai, warisan pendidikan yang ditinggalkan almarhum memiliki arti penting bagi pembentukan karakter masyarakat, khususnya di Jakarta dan sekitarnya. Perpaduan kurikulum pesantren modern dan keilmuan klasik di Daarul Rahman, kata dia, telah melahirkan alumni yang berkiprah di berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sofyan juga menyoroti hubungan silaturahmi KH Syukron Makmun dengan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, termasuk Persis. Hubungan tersebut dinilai mencerminkan pentingnya dialog dan kebersamaan di tengah dinamika gerakan Islam.
“PW Persis DKI Jakarta menilai hubungan silaturahmi almarhum dengan berbagai ormas Islam, termasuk Persis, senantiasa terjalin dengan sangat harmonis. Keterbukaan almarhum dalam berdialog dan bertukar pikiran menjadikan sosoknya sebagai teladan dalam merawat kebersamaan di tengah dinamika gerakan Islam,” ungkapnya.
Sofyan mengatakan, kepergian KH Syukron Makmun menjadi kehilangan besar bagi dunia dakwah dan pendidikan Islam di Tanah Air. Dia mengajak keluarga besar Persis dan umat Islam di Jakarta untuk mendoakan almarhum serta menyampaikan takziah kepada keluarga yang ditinggalkan di Pondok Pesantren Daarul Rahman.
“Keluarga besar PW Persis DKI Jakarta mendoakan agar seluruh dedikasi, perjuangan dakwah, dan amal jariyah almarhum KH Syukron Makmun diterima di sisi Allah SWT. Semoga Pondok Pesantren Daarul Rahman serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa berikan kekuatan untuk melanjutkan cita-cita mulia almarhum,” tuturnya.*
