Ketua Pembina Paparkan Sejarah Pembangunan Sekolah Al Munadi Medan

 Ketua Pembina Paparkan Sejarah Pembangunan Sekolah Al Munadi Medan

Medan (Mediaislam.id) – Ketua Pembina Yayasan Wakaf Pendidikan Al Munadi, Dr Dwi Sudharto, memaparkan sejarah pembangunan sekolah Al Munadi Medan yang telah dirintis selama 14 tahun dalam kuliah umum di SMP IT Al Muladi, Medan, Sumatera Utara, Jumat, 9 Januari 2025.

Kuliah umum tersebut menghadirkan Guru Besar Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor Prof Dr KH Didin Hafidhuddin.

Dalam penyampaiannya, Dwi mengungkapkan rasa haru atas perjalanan panjang pembangunan sekolah yang dimulai dari dua ruang kelas hingga kini berkembang pesat. Menurutnya, perkembangan tersebut tidak terlepas dari dedikasi dan pengorbanan banyak pihak.

“Tidak bisa dibayangkan, 14 tahun kami membangun dari hanya dua kelas. Alhamdulillah sekarang sudah berkembang,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Al Munadi. Dwi menegaskan bahwa Al Munadi merupakan wakaf dan harta milik Allah SWT yang harus terus berkembang dan tidak boleh berhenti. Ia juga mengingatkan agar ke depan tidak ada pihak yang mengklaim kepemilikan pribadi karena Al Munadi adalah milik umat.

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) itu menjelaskan bahwa tujuan utama pendidikan di Al Munadi adalah membentuk generasi Qurani, yakni generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai kurikulum kehidupan, bermanfaat bagi masyarakat, serta berbakti kepada orang tua.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung peran anak muda dalam pembangunan peradaban. Ia mencontohkan gerakan Jogokariyan yang menjadi pionir dalam membangun masjid yang makmur, serta program Masjid Sejuta Pemuda yang bermula dari Masjid At-Tin dan kemudian berkembang luas setelah viral. Menurutnya, masjid harus menjadi pilar peradaban dan dikelola oleh generasi muda.

Selain di bidang pendidikan dan dakwah, Al Munadi juga aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan. Dalam bencana Sumatera, Al Munadi bekerja sama dengan Yayasan RSIB dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Bogor membangun hunian sementara (huntara) dan menyalurkan bantuan lainnya.

Dwi menyebutkan bahwa para kiai dan relawan turut terjun langsung ke lokasi bencana dengan membangun hunian sementara, musala, serta dapur umum bagi masyarakat terdampak. [ ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + thirteen =