Kesaksian Mengerikan Para Tawanan Palestina

 Kesaksian Mengerikan Para Tawanan Palestina

Kelaparan sebagai Senjata

Abu Sido menegaskan bahwa kelaparan digunakan sebagai alat penyiksaan sistematis. “Saya masuk penjara dalam keadaan lapar, tinggal di penjara dalam keadaan lapar, dan keluar dari penjara pun tetap lapar.”

Kebijakan kelaparan, menurut para tahanan, tak hanya berlangsung di luar—melainkan menjadi bagian dari strategi genosida di dalam penjara. Makanan dikurangi hingga tidak cukup untuk bertahan hidup, sementara air minum kerap dijatah secara tidak manusiawi.

Genosida di Balik Jeruji

Kesaksian para tahanan yang dibebaskan menegaskan bahwa apa yang terjadi di penjara-penjara Israel bukan sekadar pelanggaran, melainkan bentuk lain dari genosida yang sistematis.

Sejak 7 Oktober 2023, setidaknya 77 tahanan Palestina gugur di dalam penjara Israel, menurut organisasi-organisasi tahanan, akibat penyiksaan dan kelalaian medis.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengonfirmasi adanya pemukulan parah, pengurungan dalam posisi menyakitkan, penggeledahan telanjang, serta kondisi sel yang penuh sesak dan tak manusiawi. Laporan itu juga menegaskan bahwa Israel melanggar berbagai konvensi internasional, termasuk Konvensi Menentang Penyiksaan dan Konvensi Hak Anak.

Kondisi Memprihatinkan Para Tahanan yang Dibebaskan

Direktur Kompleks Medis Al-Shifa, Dr. Mohammed Abu Salmiya, menyatakan bahwa para tahanan yang dibebaskan datang dalam kondisi sangat buruk, baik fisik maupun mental.

“Banyak dari mereka mengalami kelelahan ekstrem, luka lama yang tidak diobati, dan beberapa bahkan mengalami amputasi akibat kelalaian medis di penjara,” ujarnya dalam konferensi pers.

Dr. Abu Salmiya menambahkan bahwa sebagian besar tahanan terluka sebelum ditangkap, dan tak pernah menerima perawatan layak selama di penjara. Beberapa kini dalam kondisi kritis dan membutuhkan intervensi medis segera.

Menanti Hari Kebangkitan yang Sebenarnya

Mereka yang dibebaskan hari ini disebut sebagai “yang dibangkitkan dari kubur” — meninggalkan rekan-rekan mereka yang masih terkurung dalam kegelapan. Mereka hidup dengan trauma mendalam, namun juga dengan tekad untuk bersuara, agar dunia tahu bahwa di balik tembok penjara Israel, genosida lain sedang terjadi.

sumber: infopalestina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 5 =