Kemenkes Lebanon: Korban Gugur Agresi Israel Tembus 4.354 Orang
Asap membumbung dari wilayah Nabatieh di Lebanon selatan setelah serangan udara Israel [Reuters]
Lebanon (Mediaislam.id) – Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel yang terus berlangsung sejak 2 Maret telah meningkat menjadi 4.354 orang, sementara 12.325 orang lainnya mengalami luka-luka.
Dilansir Palinfo pada Kamis (3/9), kementerian menyebutkan bahwa tim ambulans dan petugas penyelamat masih terus melakukan operasi evakuasi serta pencarian korban yang tertimbun reruntuhan, seiring berlanjutnya serangan Israel terhadap kota-kota dan desa-desa di Lebanon selatan, Lembah Bekaa, serta pinggiran selatan Beirut.
Dalam serangan terbaru, satu orang tewas dan satu lainnya terluka pada Rabu pagi setelah sebuah drone Israel menghantam kawasan Al-Ruwais, dekat Taman Al-Maasouma, di kota Nabatieh, Lebanon selatan, menurut laporan media Lebanon.
Sejak awal Maret, Lebanon mengalami eskalasi militer besar-besaran setelah tentara pendudukan Israel meningkatkan intensitas serangan udara dan operasi militernya.
Serangan-serangan tersebut menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur dan bangunan permukiman, memicu gelombang pengungsian besar-besaran, serta meningkatkan tekanan terhadap sektor kesehatan dan rumah sakit yang tengah menghadapi kekurangan pasokan obat-obatan dan bahan bakar.
Meskipun Beirut dan Tel Aviv telah menandatangani perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada 26 Juni, serangan Israel ke wilayah Lebanon tetap berlanjut. Sejak ofensif dimulai pada 2 Maret, ribuan warga Lebanon telah menjadi korban tewas maupun terluka.
Berdasarkan ketentuan perjanjian tersebut, Israel seharusnya melakukan penarikan bertahap dari wilayah Lebanon yang didudukinya, sementara Angkatan Darat Lebanon mengambil alih penempatan pasukan di kawasan tersebut. Perjanjian itu juga memuat ketentuan mengenai pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata, yang merujuk kepada Hizbullah. []
