Kemenag Dorong Layanan Penghulu Cepat dan Akuntabel

 Kemenag Dorong Layanan Penghulu Cepat dan Akuntabel

Jakarta (Mediaislam.id)–Kementerian Agama menggenjot penguatan sumber daya manusia (SDM) dan transformasi digital untuk meningkatkan profesionalitas serta kualitas layanan penghulu di seluruh Indonesia. Langkah ini ditempuh guna memastikan pelayanan keagamaan berjalan cepat, akurat, dan akuntabel.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Jenderal Kemenag, Muhammad Zain, mengungkapkan bahwa penghulu memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, penghulu tidak sekadar bertugas mencatat pernikahan, tetapi juga merepresentasikan negara dalam memastikan peristiwa sakral berlangsung sesuai syariat, regulasi, dan nilai kemanusiaan.

“Penghulu adalah profesi yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Mereka hadir pada momen paling penting dalam kehidupan seseorang, sehingga kualitas layanan harus benar-benar terjaga,” ujarnya dalam kegiatan Isu-Isu Aktual Kepenghuluan yang digelar secara hybrid, Selasa (24/2/2026).

Ia menekankan bahwa kekuatan birokrasi terletak pada kualitas SDM, bukan pada kemegahan infrastruktur. Karena itu, pembenahan tata kelola SDM menjadi prioritas untuk mewujudkan pelayanan keagamaan yang profesional, responsif, dan berkeadilan.

“Aset paling mahal dalam sebuah organisasi adalah manusianya. Bukan gedungnya, bukan fasilitasnya, tetapi orang yang bekerja dan melayani di dalamnya,” tegasnya.

Transformasi digital yang dilakukan diarahkan pada pembangunan sistem layanan yang terintegrasi dari pusat hingga daerah. Digitalisasi tidak hanya menyasar administrasi kepegawaian, tetapi juga mendukung langsung tugas penghulu di lapangan, antara lain melalui digitalisasi pencatatan pernikahan, pengarsipan dokumen berbasis elektronik, integrasi data kepegawaian dan kinerja, serta pemanfaatan sistem pemantauan beban kerja untuk memastikan layanan lebih merata.

Penyederhanaan proses birokrasi melalui sistem digital juga diharapkan memangkas tahapan manual dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

“Kita ingin layanan yang cepat, akurat, dan akuntabel. Sistem yang kuat akan menjaga profesionalitas sekaligus membangun kepercayaan publik,” jelasnya.

Selain digitalisasi, penguatan SDM dilakukan melalui peningkatan kapasitas penghulu secara menyeluruh, mencakup pelatihan kompetensi teknis dan substantif, pengembangan kemampuan bimbingan dan konseling keluarga, serta peningkatan literasi digital agar penghulu mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat.

“Penghulu tidak hanya bekerja pada aspek administratif, tetapi juga menjadi pembimbing, mediator, dan penuntun masyarakat dalam membangun keluarga sakinah,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya pemerataan distribusi penghulu melalui perencanaan berbasis kebutuhan riil dan penerapan manajemen talenta agar penempatan jabatan lebih tepat sasaran. “Ke depan, pengisian jabatan tidak lagi meraba-raba. Kita harus memiliki peta talenta sehingga setiap posisi diisi oleh orang yang tepat dan siap bekerja,” ungkapnya.

Dengan penguatan sistem digital, peningkatan kompetensi, dan distribusi SDM yang lebih merata, penghulu diharapkan tampil sebagai simbol pelayanan negara yang humanis, profesional, dan semakin dekat dengan umat.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 4 =