Kemenag: 6.859 Masjid Siap Jadi Masjid Ramah Pemudik

 Kemenag: 6.859 Masjid Siap Jadi Masjid Ramah Pemudik

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad.

Jakarta (Mediaislam.id)–Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menggulirkan program Masjid Ramah Pemudik. Informasi ini disampaikan Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad pada Press Briefing “Isu-Isu Aktual Kebimasislaman” yang digelar di Ruang VIP Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).

“Program ini merupakan bentuk kolaborasi nasional yang fokus pada pelayanan ibadah dan kenyamanan masyarakat selama bulan Ramadan, terutama pada masa arus mudik dan arus balik,” ujar Abu Rokhmad.

Ia menjelaskan, program ini dijalankan melalui kerja sama antara Kementerian Agama dan Radio Elshinta dalam agenda Ekspedisi Masjid Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah ingin memastikan adanya kontribusi nyata bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jauh.

“Kami ingin memastikan masjid hadir tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik,” kata Abu Rokhmad.

Salah satu pilar utama program ini adalah mendorong masjid-masjid di jalur mudik untuk tetap buka selama 24 jam. Menurutnya, masjid dapat menjadi tempat singgah bagi pemudik yang membutuhkan waktu untuk beristirahat di tengah perjalanan.

“Masjid diharapkan dapat menyediakan fasilitas dasar seperti air wudu dan kamar mandi yang bersih, tempat istirahat, fasilitas pengisian daya ponsel, serta takjil gratis bagi pemudik yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba,” jelasnya.

Untuk memperkuat layanan tersebut, Kementerian Agama juga menggandeng berbagai pihak, termasuk kampus-kampus UIN yang memiliki fakultas kedokteran dan kesehatan masyarakat. Mahasiswa, siswa madrasah, serta anggota pramuka akan dilibatkan sebagai relawan.

“Mahasiswa, siswa madrasah, dan pramuka akan kami libatkan sebagai relawan untuk membantu pelayanan di masjid-masjid yang menjadi titik singgah pemudik,” ujar Abu Rokhmad.

Ia juga mengungkapkan bahwa peluncuran resmi program tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Pada Rabu, 11 Maret 2026, di Kantor Kementerian Agama Lapangan Banteng akan dilakukan kick-off Program Masjid Ramah Pemudik dan Ekspedisi Masjid Indonesia,” katanya.

Abu Rokhmad menambahkan, secara nasional terdapat 6.859 masjid yang telah menyatakan kesiapan untuk menjadi Masjid Ramah Pemudik. Program ini dijalankan secara swadaya oleh pengurus masjid melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama dan berbagai elemen masyarakat.

“Kami berharap masjid dapat menjadi tempat singgah yang membantu pemudik beristirahat, mendapatkan informasi, serta memenuhi kebutuhan dasar selama perjalanan mudik,” pungkasnya.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 − 2 =