Kecam Pengakuan Israel terhadap Somaliland, Somalia: Ancaman bagi Perdamaian

 Kecam Pengakuan Israel terhadap Somaliland, Somalia: Ancaman bagi Perdamaian

Ilustrasi: Bendera Somalia dan Somaliland.

Jakarta (Mediaislam.id) – Somalia menyatakan kekhawatirannya atas pengakuan Israel terhadap Somaliland yang mereka prediksi dapat dijadikan dalih untuk pemindahan paksa warga Palestina.

Dalam surat yang dikirimkan kepada Dewan Keamanan PBB (DK PBB) pada Senin (29/12), Somalia menolak langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatannya, menyebutnya “tidak dapat dibenarkan secara moral”.

Pengakuan Israel terhadap Somaliland, wilayah yang memisahkan diri dari Somalia, merupakan “ancaman langsung dan serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional”, kata Somalia.

“Kami juga mencatat dengan keprihatinan mendalam laporan bahwa pengakuan ini dapat dijadikan dalih untuk pemindahan paksa warga Palestina ke wilayah barat laut Somalia,” demikian bunyi surat Somalia kepada Dewan Keamanan PBB.

“Tindakan Israel tidak hanya menciptakan preseden berbahaya dan berisiko mengganggu stabilitas Tanduk Afrika dan wilayah Laut Merah, tetapi juga merusak upaya kolektif dan menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan regional serta internasional,” Somalia juga menyatakan dalam surat tersebut, seraya mendesak anggota Dewan Keamanan PBB untuk menghormati kedaulatannya.

Abu Bakr Dahir Osman, perwakilan Somalia di DK PBB, mengulang pernyataan dalam surat tersebut,

“Wilayah ini [Somaliland] tidak berhak secara hukum untuk menandatangani perjanjian atau kesepakatan apa pun, maupun menerima pengakuan dari negara lain,” kata Osman.

“Tindakan agresi ini bertujuan untuk mempromosikan fragmentasi Somalia dan harus ditolak serta dikecam secara tegas oleh semua negara anggota,” tambahnya.

Jumat pekan lalu, Israel menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui Republik Somaliland yang mendeklarasikan diri sebagai negara merdeka dan berdaulat.

Israel menggambarkan langkah tersebut sebagai bagian dari semangat Perjanjian Abraham yang difasilitasi oleh Amerika Serikat, yang menormalisasi hubungan antara Israel dan beberapa negara Arab.

Penolakan pengakuan

Pemerintah Inggris pada Senin (29/12) menyatakan bahwa mereka tidak mengakui kemerdekaan Somaliland, dan menegaskan kembali dukungannya terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Somalia.

Inggris mendesak upaya antara Pemerintah Federal Somalia dan otoritas Somaliland untuk “menyelesaikan perbedaan dan bekerja sama dalam menghadapi ancaman bersama”, dengan menyatakan bahwa kelompok bersenjata memanfaatkan perpecahan internal di negara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 4 =