JIC Digital School Dorong Generasi Muda Ubah Scroll Menjadi Skill

 JIC Digital School Dorong Generasi Muda Ubah Scroll Menjadi Skill

Jakarta (Mediaislam.id)–Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) atau Jakarta Islamic Centre (JIC) mendorong generasi muda tidak sekadar menjadi pengguna teknologi digital. Generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkarya, membangun peluang ekonomi, dan menyebarkan manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam JIC Digital School 2026 yang digelar Sub Divisi Penyiaran PPIJ di Lantai 2 Balai Yos Sudarso, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (12/8/2026). Kegiatan dibuka Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Administrasi Jakarta Utara, Mukhlis.

Kepala Divisi Komunikasi dan Penyiaran PPIJ sekaligus Ketua Pelaksana JIC Digital School 2026, KH Afifuddin Rohaly, mengatakan perkembangan digital tidak dapat dihindari. Karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan beradaptasi agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi.

“Menyiapkan generasi adaptif, kreatif, produktif, dan siap berkarya di era digital merupakan tugas moral kita bersama,” ujar Afifuddin dalam sambutannya.

Menurut dia, perubahan teknologi telah menggeser banyak aktivitas yang sebelumnya dilakukan manusia. Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan kendali atas arah pemanfaatannya.

“Kita enggak bisa lari dari digitalisasi. Kita hadapi dan kita juga jangan sampai hanyut dengan derasnya arus digitalisasi. Semoga kita semua bisa mewarnai,” katanya.

Afifuddin berharap lahir generasi Muslim yang tidak hanya mampu menggunakan aplikasi dan platform digital, tetapi juga menciptakan karya dan teknologi yang memberikan manfaat.

Ia menilai media digital juga dapat menjadi sarana dakwah dan penyebaran nilai-nilai positif. Karena itu, generasi muda didorong menghasilkan konten yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Dakwah itu bukan kewajibannya seorang ustadz, seorang kiai, seorang guru. Tapi kita semua berkewajiban untuk berdakwah menyampaikan kebaikan-kebaikan apa pun profesi kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Kota Administrasi Jakarta Utara, Mukhlis, yang membacakan sambutan Wali Kota Jakarta Utara, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan JIC Digital School 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda, terutama di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital.

“Sehebat apa pun teknologi, ada satu yang tak bisa diajarkan oleh teknologi, apa? Akhlak, keteladanan,” kata Mukhlis.

Ia mengatakan teknologi tidak dapat menggantikan peran keteladanan manusia dalam membentuk karakter. Karena itu, penguasaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan iman, ilmu, dan akhlak.

Mukhlis berharap JIC Digital School tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi ekosistem pembinaan generasi muda yang memadukan iman, ilmu, akhlak, dan teknologi.

“Jadilah generasi yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan karya dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

JIC Digital School 2026 mengusung tema “Menyiapkan Generasi Adaptif, Kreatif, Produktif, dan Siap Berkarya di Era Digital”. Program tersebut dirancang sebagai wadah pembelajaran, pelatihan, pendampingan, dan pengembangan keterampilan digital bagi generasi muda.

Program juga membawa semangat “Dari Scroll Menjadi Skill”, yakni mendorong peserta mengubah kebiasaan menggunakan media sosial dari aktivitas konsumtif menjadi kegiatan produktif.

Peserta mendapatkan materi mengenai digital mindset dan literasi digital, pembuatan konten, pemasaran digital, marketplace dan bisnis online, serta personal branding. Materi juga mencakup etika bermedia sosial, keamanan digital, pemanfaatan AI untuk produktivitas, copywriting, storytelling, fotografi, videografi, editing video, desain Canva, hingga pemasaran melalui media sosial.

Selain seminar, kegiatan dikembangkan melalui workshop, mentoring, coaching, project based learning, dan presentasi karya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti tiga sesi utama, yakni “Content Action: Dari Ide, Produksi hingga Publikasi” bersama Annov Hari Prabowo; “Dari Scroll Menjadi Skill: Mengubah Media Sosial Menjadi Peluang Berkarya” bersama Ruki Cita Munggaran, S.IP.; serta “Public Speaking & Personal Branding Media Digital” bersama Rona Marina Nisaasari.

JIC menargetkan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan sertifikat, tetapi juga menghasilkan portofolio desain, video kreatif, akun media sosial profesional, konten promosi, marketplace sederhana, serta personal branding kit.

Program tersebut menyasar pemuda usia 17–30 tahun dari sejumlah wilayah Jakarta Utara, antara lain Koja, Tanjung Priok, Cilincing, Pademangan, Kelapa Gading, dan Penjaringan.

Melalui JIC Digital School, PPIJ berharap terbentuk komunitas kreatif muda yang mampu terus belajar, berjejaring, berkolaborasi, dan menghasilkan karya setelah kegiatan berakhir.

Transformasi digital, menurut JIC, bukan semata-mata persoalan penguasaan teknologi. Transformasi tersebut diharapkan melahirkan generasi yang adaptif terhadap perubahan, kreatif dalam berkarya, produktif memanfaatkan teknologi, memiliki semangat kewirausahaan, serta tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + 17 =