Inilah Kiat Mengatur Pengeluaran untuk Berbagi Bingkisan Lebaran

 Inilah Kiat Mengatur Pengeluaran untuk Berbagi Bingkisan Lebaran

Ilustrasi: hampers Lebaran.

Jakarta (Mediaislam.id) – Sebagai sebuah tradisi, menjelang Idulfitri sebagian orang mengirimkan bingkisan atau hampers kepada keluarga, kerabat, sahabat, maupun kolega.

Kebiasaan baik ini jika tidak diatur dan direncanakan dengan baik, tentu saja bisa menguras kocek dan mengikis tabungan.

Perencana Keuangan Rista Zwestika membagikan kiat merencanakan alokasi anggaran untuk memberikan bingkisan Lebaran agar kocek tidak sampai terkuras dan tabungan tetap aman.

“Pertama tentukan anggaran hampers dari awal. Misalnya maksimal 5-10 persen dari THR,” kata Rista seperti dilansir Antara, Jumat (06/03/2026).

Setelah menentukan anggaran dan menentukan jumlah penerima bingkisan, sebaiknya menyiapkan waktu untuk meriset produk-produk untuk bingkisan yang sesuai dengan anggaran dan merencanakan pembelian.

Rista mengatakan, bingkisan Lebaran bisa disiapkan secara mandiri untuk menekan pengeluaran uang.

“Hampers tidak harus mahal, yang penting adalah perhatian dan niat berbagi,” kata CEO dan Founder dari Finante itu.

Rista mengatakan bahwa pengiriman bingkisan Lebaran sebaiknya dibatasi pada orang-orang yang memiliki kedekatan seperti keluarga, kerabat, dan sahabat.

Laporan Jakpat bertajuk “Future Insight into Ramadan and Eid 2025” menunjukkan bahwa tradisi berbagi hampers Lebaran tidak hanya dilakukan oleh warna Muslim, warga non-Muslim juga melakukannya.

Menurut hasil survei terhadap 1.702 responden Muslim dan 245 responden non-Muslim, dana yang disiapkan setiap orang untuk berbagi bingkisan Lebaran berkisar Rp100 ribu sampai Rp200 ribu di kalangan non-Muslim dan Rp250 ribu sampai Rp500 ribu di kalangan Muslim.

Bingkisan Lebaran biasanya berisi kue kering, makanan dan minuman dalam kemasan, atau bahan makanan pokok.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − five =