ICMI Bogor Gelar Workshop Ayat-ayat Kauniyah

 ICMI Bogor Gelar Workshop Ayat-ayat Kauniyah

Bogor (Mediaislam.id) – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwilsus Bogor bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bogor dan DKM Al-Hurriyah IPB menggelar Workshop Ayat-ayat Kauniyah yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama pada Jumat (27/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di IPB International Convention Center, Botani Square Mall, Kota Bogor ini mengusung tema “Integrasi Ayat-Ayat Kauniyah dalam Pendidikan dan Riset Science, Agromaritim, dan Sosial Ekonomi Guna Membangun Peradaban Ilmu”. Kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian acara Bogor ICMI Islamic Festival (BIIFEST) 2026.

Workshop ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, ulama, serta guru besar IPB yang memaparkan perspektif integratif antara wahyu dan sains, khususnya dalam pengembangan sektor agromaritim dan sosial ekonomi. Dalam sesi diskusi, workshop menghadirkan tiga narasumber yaitu Prof Rokhmin Dahuri (Komisi IV DPR RI), Prof Evi Damayanti (Guru Besar IPB) dan Prof Didin S Damanhuri (Guru Besar IPB).

Ketua ICMI Orwilsus Bogor, Sofyan Sjaf, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum bersejarah untuk merumuskan konsepsi-konsepsi pemikiran yang akan dibukukan.

“Hari ini adalah hari bersejarah untuk kita menanamkan konsepsi-konsepsi dalam buku. Workshop ini ibarat bengkel gagasan, tempat ide-ide kita klasterisasikan. Tema yang kita angkat menjadi diskusi awal tentang integrasi ayat-ayat kauniyah dalam pendidikan dan riset sains, tanpa melupakan basis agromaritim dan sosial ekonomi,” ujarnya.

Sebagai sosiolog pedesaan, Sofyan menekankan bahwa kekuatan Indonesia bertumpu pada desa-desa agro dan maritim. Tanpa pembangunan berbasis desa, menurutnya, fondasi bangsa akan rapuh. Karena itu, integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam pembangunan sektor pertanian, kelautan, dan sosial ekonomi menjadi keniscayaan.

Ia juga menyoroti pentingnya menggali referensi dari Al-Qur’an dan hadis sebagai sumber inspirasi utama pembangunan peradaban ilmu.

“Kita tidak perlu terlalu jauh mencari referensi luar. Dalam Al-Qur’an dan hadis, banyak kisah, keteladanan, serta konsep yang belum tergali secara optimal,” tambahnya.

Sofyan mencontohkan kajiannya terhadap Surah Yusuf yang dinilainya sarat pelajaran tentang kepemimpinan, tata kelola krisis pangan, teknologi penyimpanan hasil panen, hingga nilai egalitarianisme sosial. Kisah tersebut, menurutnya, relevan dengan tantangan kontemporer bangsa.

Workshop ini juga menjadi bagian dari rangkaian penyusunan buku tentang ayat-ayat kauniyah yang saat ini telah memasuki tahap cetak ringkasan (semi-launching). Ke depan, panitia berencana menggelar seminar internasional dan peluncuran penuh buku tersebut pada akhir tahun 2026, dengan melibatkan jejaring akademisi dari Malaysia dan Brunei Darussalam.

“Kami berharap ICMI dan KAHMI Bogor dapat menjadi lokomotif gerakan integrasi Al-Qur’an dan realitas lapangan, dengan dukungan DKM Al-Hurriyah. Output yang kita harapkan adalah legasi pemikiran yang tertuang dalam buku dan gerakan intelektual berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan tausiyah oleh Syekh Nashirudin At Tamady dan buka puasa bersama yang mempererat silaturahmi antar cendekiawan, akademisi, dan tokoh umat, sekaligus meneguhkan komitmen membangun peradaban ilmu berbasis integrasi wahyu dan sains. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + 6 =