Gelar Pelatihan Kewirausahaan, PPIJ Dorong Generasi Muda Tingkatkan Daya Saing
Jakarta, Mediaislam.id–Pemanfaatan teknologi digital menjadi sorotan utama dalam Pelatihan Kewirausahaan bertema “Ekonomi Kreatif di Era Digital” yang digelar Divisi Sosial Budaya & Ekonomi Syariah PPIJ (Jakarta Islamic Centre) di Hotel Sunlake Jakarta (18/11).
Pelatihan ini menekankan pentingnya kreativitas, inovasi, dan adaptasi digital bagi generasi muda agar mampu bersaing dalam ekosistem ekonomi modern.
Dua narasumber, Aya Choiriyah (Digital Creator) dan Dion Satria Arthamas (Putra Ekonomi Kreatif 2025), menyampaikan berbagai peluang usaha serta strategi bertahan di tengah perubahan cepat industri kreatif yang kini sangat bergantung pada platform digital.
Membuka acara mewakili Kepala Pusat PPIJ KH. Muhyiddin Ishaq, Wakil Kepala Pusat PPIJ Assoc. Prof. KH. Didi Supandi, Lc., MA menegaskan bahwa perjalanan membangun bisnis akan selalu diwarnai dinamika. Beliau mengisahkan pengalaman merintis usaha sambil berdakwah, mengajar, hingga studi S3 di Malaysia sebelum terjun ke sektor pendidikan dan properti.
Prof. Didi menekankan bahwa teknologi telah mengubah cara manusia bekerja dan mengakses informasi. Menurutnya, ekonomi kreatif dan digital selaras dengan pesan Al-Qur’an tentang pentingnya pemuda berprinsip dan beriman, sebagaimana disebut dalam Surah Al-Kahfi. “Allah menambahkan hidayah (enlightenment) dalam langkah-langkah mereka,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kompetisi masa kini adalah kompetisi kreativitas, bukan hanya bagi anak muda tetapi juga bagi para ustadz, ustadzah, dan pelaku dakwah. Produk yang dibutuhkan masyarakat, jelasnya, adalah produk ekonomi kreatif, eco-friendly, serta layanan di bidang hospitality. Ia menyoroti perkembangan AI, blockchain, big data, hingga Society 5.0 sebagai bagian penting dalam lanskap ekonomi global yang tak bisa diabaikan.
Dari sisi kebijakan daerah, Andika Jati Zohella dari Biro Dikmental Provinsi DKI Jakarta menyampaikan bahwa pelatihan ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota perekonomian yang inklusif bagi semua warga. Ia menegaskan bahwa Jakarta berhasil mencatat 80% realisasi investasi—setara 204 triliun rupiah, dengan pertumbuhan rata-rata 27,2% dalam lima tahun terakhir, yang mendorong pesatnya perkembangan ekonomi daerah.
Melalui pelatihan ini, PPIJ berharap peserta mampu menggali potensi intelektual, memanfaatkan teknologi digital, dan melahirkan karya ekonomi kreatif yang berdaya saing tinggi serta berkelanjutan bagi masyarakat.*
