Ceramah di Masjid Polda Gorontalo, UAS Ingatkan Pentingnya Integritas Abdi Negara
Ilustrasi: UAS ceramah.
Gorontalo (Mediaislam.id) — Mubaligh kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) mengingatkan seluruh personel Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai keimanan, ketakwaan, serta integritas sebagai abdi negara. Pasalnya, setiap personel Polri digaji menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bersumber dari rakyat.
“Ini adalah tanggung jawab di hadapan Allah, mudah-mudahan masuk ke dalam hati dan bisa mengubah perilaku agar bermanfaat untuk masyarakat, umat, dan bangsa,” kata UAS saat memberikan tausiah di Masjid Adzikro Polda Gorontalo, Sabtu (17/10/2026), dikutip dari Antara.
Ia turut mengapresiasi Kapolda Gorontalo Inspektur Jenderal Polisi Nurworo Danang beserta jajaran pejabat utama dan pengurus Bhayangkari yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. UAS berharap kegiatan penguatan spiritual ini dapat membangkitkan dan meningkatkan semangat religius anggota Polri.
Jika semangat religius setiap personel Polri telah bangkit serta nilai spiritualnya semakin dipertajam, maka diiringi hati yang terang oleh cahaya iman, perilaku pun akan menjadi baik serta membawa keberkahan dan kesuksesan.
“Saya juga mengapresiasi tradisi keagamaan yang telah berjalan di lingkungan Polda Gorontalo, di mana setiap hari Rabu rutin digelar khataman Al-Qur’an, pembacaan surat Yasin beserta perenungan maknanya, dan penyampaian tausiah mingguan,” ujar UAS.
Sementara itu, Kapolda Gorontalo Inspektur Jenderal Polisi Nurworo Danang menyatakan bahwa kegiatan yang dihadiri oleh UAS tersebut menjadi momentum penting bagi jajarannya. Agenda ini dinilai strategis untuk memperkuat nilai spiritual, membangun karakter berintegritas, serta menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas kepolisian.
Menurutnya, keimanan dan ketakwaan merupakan fondasi utama dalam membentuk pribadi personel yang berakhlak mulia. Dengan landasan spiritual yang kuat, setiap anggota Polri diharapkan mampu mengendalikan diri, menjunjung tinggi kejujuran, dan menghindari segala perbuatan yang bertentangan dengan hukum.
Selain itu, para personel Polri juga diharapkan semakin memahami bahwa tugas kepolisian bukan sekadar kewajiban profesi semata. Tugas tersebut adalah bentuk pengabdian nyata kepada bangsa, negara, dan masyarakat yang harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mewujudkan Polri yang profesional, humanis, dan semakin dipercaya oleh masyarakat,” ucapnya.[]
