Ceramah di Masjid At Tin Binjai, Pembina RSIB Sampaikan Cara Mendapatkan Pertolongan Allah
Binjai (Mediaislam.id) – Pembina Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc hadir memberikan tausiyah di Masjid At Tin, Kota Binjai, Sumatera Utara, Rabu malam (7/1/2026). Cramah tersebut menjadi rangkaian kegiatan Kiai Didin dan Tim Kemanusiaan RSIB sebelum mengunjungi lokasi bencana di Aceh Tamiang.
Dalam tausiyahnya, Kiai Didin memaparkan tentang sifat-sifat orang beriman yang akan mendapatkan rahmat dan pertolongan Allah SWT.
“Orang yang mendapatkan rahmat dan pertolongan Allah bukan orang yang tidak pernah berhadapan dengan masalah, karena adanya masalah itu sunnatullah dalam kehidupan, akan tetapi orang beriman akan diberikan kemudahan dalam mendapatkan kesulitan. Sesungguhnya bersama kesulitan akan ada kemudahan,” jelas Kiai Didin dihadapan jamaah yang hadir.
Sifat orang yang akan mendapatkan pertolongan Allah diantaranya adalah mereka yang selalu berjamaah, bersinergi dan tolong-menolong. “Kaum Muslimin itu DNA-nya berjamaah dan bekerjasama. Dan kita harus berjamaah dalam ibadah dan muamalah. Dengan berjamaah kita akan optimis ketika menghadapi berbagai tantangan, dan jadikan shalat berjamaah bukan semata-mata kewajiban tapi kebutuhan utama dalam kehidupan,” jelas Kiai Didin.
Selain ibadah, bidang lain seperti muamalah juga harus berjamaah. Muamalah tidak akan baik jika ibadahnya bermasalah. Terkait muamalah, Kiai Didin mengambil hikmah dari doa minum air zam-zam. Yaitu minta ilmu yang bermanfat, rizki yang halal dan terjaga kesehatannya.
“Ilmu yang bermanfaat, artinya umat Islam harus pintar tidak boleh bodoh, apalagi dalam menghadapi tantangan ke depan. Umat Islam harus membangun lembaga-lembaga pendidikan yang berkualitas, sekolah yang melahirkan generasi qur’ani serta calon pemimpin yang amanah dan berintegritas,” ungkapnya.
“Rizki yang halal, artinya kita harus memiliki kegiatan ekonomi yang halal, lembaga ekonomi Islam harus dibangun untuk kemajuan umat. Perkuat juga potensi zakat, dan kita harus membiasakan menjadi orang yang gemar berinfak,” tambah Kiai Didin.
Dan yang berikutnya adalah umat Islam harus terjaga kesehatannya. Ketika seorang Muslim sakit maka ada pihak yang siap mengobati dengan baik. “Dalam Islam, orang yang sakit itu pilihannya dua, jika sembuh maka dia akan lebih semangat dalam beribadah, dan jika meninggal maka dia meninggal dalam keadaan husnul khatimah,” tandasnya.
Rencananya, Tim Kemanusiaan RSIB akan mengunjungi lokasi hunian sementara di Aceh Tamiang. Sebelumnya, RSIB bersama Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Bogor dan Lembaga Sosial Dakwah Islam (LSDI) Guru Sudharmo Medan menginisiasi pembangunan tiga komplek hunian sementara bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Tim kemanusiaan tersebut antara lain; Dr. Dwi Sudharto (Ketua Yayasan RSIB), Dr. Hambari (Wakil Rektor UIKA), H. Heri Haerudin (Pimpinan IPHI Kota Bogor), Eddy Tasman (Pimpinan Yayasan RSIB), H. Adriansyah Armawi (Pimpinan Yayasan RSIB), H. Heri Hasanuddin (Ketua Global Energi Wakaf) dan lainnya. [ ]
