Benarkah Ada Gencatan Senjata di Gaza?

 Benarkah Ada Gencatan Senjata di Gaza?

Warga Palestina berlarian mencari perlindungan saat serangan udara Israel menghantam gedung pencakar langit di Kota Gaza. [Yousef al-Zanoun/Foto AP]

Semua cedera tersebut terjadi di area yang secara formal berada dalam cakupan gencatan senjata, memperkuat kesimpulan bahwa terdapat kebijakan penembakan tanpa pandang bulu yang disengaja dan tidak memiliki justifikasi militer apa pun.

Pelanggaran Tanpa Henti, Setiap Hari

Selama 94 hari, laporan tersebut mendokumentasikan 1.238 pelanggaran gencatan senjata oleh pasukan Israel—rata-rata 13,2 pelanggaran per hari, tanpa satu pun hari berlalu tanpa insiden.

Pelanggaran ini mencakup pembunuhan, luka-luka, pemboman udara dan artileri, penghancuran rumah, tembakan langsung, penyerbuan kendaraan militer, serta 50 kasus penangkapan. Pola ini menunjukkan bahwa pelanggaran bukanlah insiden sporadis, melainkan rangkaian tindakan sistematis yang terkoordinasi.

Bantuan Kemanusiaan: Angka yang Dimanipulasi

Di bidang kemanusiaan, laporan tersebut menyingkap kesenjangan tajam antara klaim resmi Israel dan realitas di lapangan. Perjanjian gencatan senjata menetapkan masuknya 600 truk bantuan per hari ke Gaza. Namun, rata-rata aktual yang tercatat tidak melebihi 260 truk, atau hanya 43,3 persen dari jumlah yang disepakati.

Lebih jauh, truk bahan bakar hanya mencakup 12,5 persen dari total truk yang masuk. Kekurangan ini berdampak langsung pada sektor-sektor vital—rumah sakit yang kekurangan listrik, sistem air yang lumpuh, dan krisis energi yang melumpuhkan kehidupan sehari-hari warga Gaza.

Pelanggaran Lain yang Terus Berlanjut

Laporan tersebut juga mencatat pelanggaran berkelanjutan terhadap ketentuan perjanjian lain, termasuk soal garis penarikan pasukan, perlindungan infrastruktur sipil, sektor kesehatan, pengoperasian Penyeberangan Rafah, serta berkas tahanan dan orang hilang.

Semua pelanggaran ini berlangsung tanpa tanda-tanda komitmen nyata atau mekanisme akuntabilitas internasional. Impunitas terus menjadi payung yang melindungi Israel dari konsekuensi hukum, meski pelanggaran terjadi secara terbuka dan terdokumentasi.

Satu Hari di Bawah “Gencatan Senjata”

Dalam satu hari saja—Selasa—laporan mendokumentasikan lima insiden lapangan: serangan udara, tembakan intensif ke rumah-rumah warga sipil, penembakan artileri, tembakan dari kendaraan militer, serta kematian seorang warga akibat luka yang dideritanya sebelumnya.

Bagi warga Gaza, inilah makna gencatan senjata: hari-hari yang tetap diwarnai suara ledakan, rasa cemas, dan ancaman kematian yang selalu dekat.

Dunia Diuji: Hukum Internasional atau Impunitas?

Seluruh fakta ini menegaskan bahwa pelanggaran Israel selama masa gencatan senjata bukanlah pengecualian, melainkan pola sistematis yang mengosongkan isi perjanjian dan meninggalkan warga Gaza tanpa perlindungan efektif.

Situasi ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan tindakan internasional yang serius dan bermakna: mekanisme pemantauan independen, akuntabilitas hukum yang nyata, serta langkah-langkah tegas untuk melindungi penduduk sipil Palestina—sebagaimana diwajibkan oleh hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa.

Lebih dari sekadar ujian bagi Gaza, krisis ini menjadi ujian bagi dunia: apakah hukum internasional masih memiliki makna, ataukah pelanggaran terang-terangan akan terus dibiarkan di bawah bayang-bayang impunitas yang mematikan.

sumber: infopalestina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 2 =