Pimpinan Darunnajah Ulujami Jadi Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031

 Pimpinan Darunnajah Ulujami Jadi Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031

Pimpinan Ponpes Darunnajah, Ulujami, Jaksel, KH Sofwan Manaf.

JAKARTA (Mediaislam.id) — Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, KH Sofwan Manaf, resmi menjadi salah satu dari 15 anggota Majelis Masyayikh masa khidmat 2026–2031. Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Senin (2/11/2026).

“Ini kehormatan yang sesungguhnya milik pesantren. Kami datang ke Majelis Masyayikh membawa suara para kiai, para guru, dan para santri yang setiap hari menjaga pesantren tetap hidup,” kata Sofwan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Bagi keluarga besar Darunnajah, kata Sofwan, amanah ini tidak dipandang sebagai capaian pribadi atau kebanggaan satu lembaga. Kursi di Majelis Masyayikh adalah titipan dari ribuan pesantren yang selama ini merawat tradisi keilmuan, mendidik generasi, dan hidup bersama masyarakat di sekitarnya.

Baca juga: Menag Nasaruddin Kukuhkan 15 Anggota Majelis Masyayikh Masa Khidmat 2026–2031

Tiga Fungsi Utama Pesantren dan Penjaminan Mutu

Ia menyampaikan, Undang-Undang Pesantren menegaskan bahwa pesantren mengemban tiga fungsi sekaligus, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, menjaga mutu pesantren berarti menjaga ketiganya secara berkelanjutan.

Menurutnya, pesantren yang bermutu bukan hanya yang meluluskan santri berilmu. Pesantren bermutu juga harus menghadirkan dakwah yang menyejukkan serta menggerakkan kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat sekelilingnya.

“Tugas kami adalah memastikan mutu pesantren dijaga dengan cara pesantren sendiri, tanpa kehilangan kekhasan dan kemandiriannya,” ujar Kiai Sofwan.

Sofwan menegaskan arah ini sejalan dengan pesan Menteri Agama saat pengukuhan. Menag meminta Majelis Masyayikh mengukur mutu pesantren secara utuh, mulai dari input, output, outcome, hingga dampak nyata alumni bagi masyarakat.

Rekam Jejak Darunnajah dan Seleksi Majelis Masyayikh

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah sekaligus Presiden Universitas Darunnajah, KH Hadiyanto Arief, menyebut terpilihnya KH Sofwan Manaf tidak terlepas dari peran aktif Darunnajah. Lembaga ini dikenal konsisten melahirkan gagasan dan program yang menjadi milik bersama dunia pesantren.

Salah satunya adalah Pekan Olahraga dan Seni antar-Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas), yang bermula dari Darunnajah pada tahun 1997.

“Sejak awal, pesantren tidak pernah berdiri terpisah dari masyarakat. Pesantren mendidik, berdakwah, sekaligus memberdayakan. Ketiga fungsi itulah yang harus terbaca dalam sistem penjaminan mutu, agar pesantren dinilai dengan ukuran yang sesuai dengan jati dirinya,” ucapnya.

Untuk diketahui, Majelis Masyayikh adalah lembaga mandiri dan independen yang dibentuk atas amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Majelis ini berkedudukan sebagai perwakilan Dewan Masyayikh dari pesantren-pesantren di seluruh Indonesia dalam merumuskan dan menetapkan sistem penjaminan mutu pendidikan pesantren.

Anggotanya dipilih melalui seleksi berlapis oleh tim Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang dibentuk Kementerian Agama. Tahapan seleksi mencakup verifikasi dokumen, penulisan esai, uji publik, hingga wawancara.[][

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 5 =