Awal November, Empat Negara MABIMS Bahas Strategi Bangun Masyarakat Berkeadaban

 Awal November, Empat Negara MABIMS Bahas Strategi Bangun Masyarakat Berkeadaban

Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag), Imam Syaukani (Foto: Dok Kemenag).

Jakarta (Mediaislam.id)–Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam akan membahas strategi membangun masyarakat Islam berkeadaban dalam Senior Officials Meeting (SOM) MABIMS ke-50 pada 1–4 November 2026.

Pertemuan ini menjadi forum bagi empat negara untuk berbagi praktik baik pembangunan umat sekaligus membahas sejumlah isu strategis, mulai dari potensi generasi muda hingga harmonisasi sosial-ekonomi.

Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag), Imam Syaukani, mengatakan rangkaian SOM MABIMS ke-50 akan diawali dengan jamuan makan malam bagi para delegasi pada Ahad (1/11/2026).

“Hari pertama, 1 November 2026, kita akan memulai acara SOM ini dengan jamuan makan malam,” ujar Imam dalam rapat persiapan di Kantor Pusat Kemenag RI, Jakarta, Selasa (27/10/2026), dikutip dari laman Kemenag.

Pada Senin (2/11/2026), agenda dilanjutkan dengan Seminar Kertas bertema “Khoiru Ummah: Berbagi Praktik Baik Membangun Masyarakat Islam Berkeadaban”. Kegiatan yang disiapkan bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut akan menghadirkan narasumber dari empat negara anggota MABIMS.

Tema itu menekankan pentingnya membangun masyarakat Islam yang tidak hanya kuat dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial yang damai, produktif, dan berkeadaban.

“Seminar kertas tema SOM itu kita canangkan mulai pukul 09.00 sampai pukul 12.00,” kata Imam.

Selain seminar, pertemuan pejabat senior negara anggota MABIMS tersebut akan membahas empat fokus strategis, yakni potensi belia, pendidikan dan beragama, harmonisasi sosial-ekonomi, serta keharmonian serantau.

Masing-masing delegasi akan menyampaikan laporan sesuai dengan fokus strategis negara masing-masing. Laporan tersebut menjadi bahan pembahasan bersama untuk bertukar pengalaman dan praktik baik dalam pembangunan masyarakat Islam.

“Jadi, masing-masing delegasi akan menyampaikan laporan sesuai dengan fokus strategiknya,” ungkap Imam.

Rangkaian SOM MABIMS ke-50 juga mencakup pembahasan berbagai isu yang berkembang di antara negara anggota serta penyusunan dokumen hasil pertemuan. Dokumen tersebut akan merangkum hasil pembahasan dan kesepakatan para delegasi selama forum berlangsung.

Melalui pertemuan ini, keempat negara diharapkan dapat memperkuat kerja sama dalam pembangunan umat serta mendorong terwujudnya masyarakat Islam yang berkeadaban di kawasan Asia Tenggara.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + six =