Wakili Jaksel, MT Nur Syafekah Hanum Ikuti Lomba Tingkat Provinsi

 Wakili Jaksel, MT Nur Syafekah Hanum Ikuti Lomba Tingkat Provinsi

Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin.

Jakarta (Mediaislam.id) — Majelis Taklim Nur Syafekah Hanum di Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengikuti penilaian Lomba Majelis Taklim Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026.

Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin, menyampaikan bahwa majelis taklim bukan sekadar tempat menuntut ilmu agama, melainkan pilar penting pembinaan umat dan penguatan ukhuwah Islamiyah. Lembaga keagamaan ini juga menjadi pusat syiar Islam yang membawa kedamaian di tengah masyarakat.

“Di era modern ini, peran majelis taklim sangat krusial dalam membentengi moral keluarga dan lingkungan dari dampak negatif perkembangan zaman,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).

Mukhlisin menjelaskan, lomba ini tidak hanya dipandang sebagai ajang kompetisi, melainkan wadah evaluasi, silaturahmi, serta sarana meningkatkan kualitas tata kelola majelis taklim di seluruh wilayah DKI Jakarta.

“Kami di Jakarta Selatan sangat bangga karena pada tahun ini wilayah kami diwakili oleh Majelis Taklim Nur Syafekah Hanum dari Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu. Dibutuhkan kerja keras, keikhlasan, dan komitmen yang luar biasa dari seluruh pengurus dan jemaah,” terangnya.

Ia menambahkan, Majelis Taklim Nur Syafekah Hanum selama ini aktif berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Selatan dalam berbagai bidang.

Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, seperti Suku Dinas Lingkungan Hidup, Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), serta Suku Dinas Kesehatan.

“Majelis taklim ini juga menjalin kerja sama dengan pihak swasta, termasuk melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan rumah sakit,” ungkapnya.

Mukhlisin berharap tim juri dapat melakukan penilaian secara objektif sekaligus memberikan pembinaan dan masukan yang membangun. Ia juga mendorong pengurus serta jemaah untuk tetap optimistis menampilkan potensi terbaik mereka.

“Kepada tim penilai, kami persilakan melakukan penilaian secara objektif serta memberikan pembinaan dan masukan yang konstruktif. Kepada pengurus dan jemaah, saya berpesan agar tetap optimistis dan menampilkan potensi terbaik dengan penuh rasa percaya diri,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri Lomba Majelis Taklim Tingkat Provinsi DKI Jakarta, Slamet Abadi, memaparkan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan standar yang jelas dan seragam bagi seluruh peserta.

Standar tersebut bertujuan memastikan setiap majelis taklim memiliki visi dan misi yang terukur, legalitas yang sah, serta menjalankan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Standar penilaian kita sudah terstandar dengan jelas. Kami berharap melalui kegiatan ini, majelis taklim dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas,” bebernya.

Abadi mengimbau setiap pengelola majelis taklim untuk memastikan penceramah atau ustazah yang diundang memiliki kompetensi dan standar pengajaran yang baik.

Selain itu, ia berharap pengelola berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI guna menjaga kualitas pembelajaran keagamaan di masyarakat.

“Majelis taklim di DKI Jakarta harus memiliki visi masa depan yang bagus dan berdampak pada kemaslahatan umat,” tandasnya.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + seven =