Semarakkan Lima Abad Jakarta, Kemenag Gelar MTQ Internasional Perdana pada 2027

 Semarakkan Lima Abad Jakarta, Kemenag Gelar MTQ Internasional Perdana pada 2027

Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad (Foto: Kemenag)

JAKARTA (Mediaislam.id)–Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tengah mematangkan rencana penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional pertama di Jakarta pada 2027 mendatang. Ajang berskala global ini dihelat sekaligus untuk menyemarakkan momentum bersejarah peringatan lima abad (500 tahun) Kota Jakarta.

​Rencana tersebut diungkapkan Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad saat mendampingi Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i menerima audiensi Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan, Siti Ruhaini Dzuhayatin, beserta jajarannya di Jakarta, Senin (19/10/2026).

​“Kita memiliki agenda Musabaqah Tilawatil Quran pada tahun 2027 di Jakarta, yang sekaligus menjadi MTQ Internasional pertama untuk memeriahkan peringatan lima abad Jakarta. Saat ini kami tengah mematangkan mekanisme penyelenggaraannya di tingkat global, dan kami menyambut baik apabila Uzbekistan dapat turut berpartisipasi bersama negara-negara lainnya dalam kegiatan tersebut,” ujar Abu Rokhmad.

​Selain mengagendakan MTQ Internasional, Abu Rokhmad menegaskan komitmen Kemenag untuk memperkuat sinergi regulasi dan kebijakan industri halal antara Indonesia dan Uzbekistan bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Dari aspek bimbingan masyarakat, Ditjen Bimas Islam juga menyiapkan peran para penyuluh agama Islam guna memperluas literasi sejarah Islam, khususnya rute ziarah ke Makam Imam Bukhari di Samarkand.

​Gayung bersambut, Duta Besar RI untuk Uzbekistan Siti Ruhaini Dzuhayatin menyatakan dukungannya atas rencana kerja sama di bidang keagamaan, jaminan produk halal, hingga potensi wisata religi antar kedua negara. Menurutnya, antusiasme warga Uzbekistan terhadap produk halal kian meningkat seiring makin terbukanya akses mobilitas warga kedua negara.

​Siti Ruhaini turut menyampaikan kabar bahwa pemugaran makam perawi hadis terkemuka dunia di Samarkand telah rampung setelah memakan waktu tujuh tahun, dan kini telah siap menerima kedatangan para peziarah global.

​“Masyarakat di Uzbekistan sangat memperhatikan ketersediaan makanan dan produk halal. Selain itu, rampungnya rekonstruksi kompleks Makam Imam Bukhari serta hadirnya Pusat Peradaban Islam di Uzbekistan menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkuat kerja sama keagamaan, literasi sejarah peradaban Islam, serta wisata ramah Muslim antara Indonesia dan Uzbekistan,” jelas Siti Ruhaini.

​Merespons perkembangan tersebut, Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i menyampaikan apresiasinya terhadap langkah proaktif KBRI Tashkent dalam mendorong diplomasi keagamaan dan ekosistem halal bilateral. Kemenag, kata dia, berkomitmen menindaklanjuti berbagai potensi kerja sama tersebut secara terukur melalui koordinasi lintas unit kerja di lingkungan kementerian.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + eight =