Massa ABABIL Desak Genosida di Palestina Dihentikan tanpa Syarat

 Massa ABABIL Desak Genosida di Palestina Dihentikan tanpa Syarat

Massa Aliansi Bela Palestina Boikot Israel (ABABIL) menggelar aksi solidaritas di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, pada Rabu (7/10/2026).

Bandung (Mediaislam.id) – Seratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Bela Palestina Boikot Israel (ABABIL) menggelar aksi solidaritas di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, pada Rabu (7/10/2026). Aksi unjuk rasa ini sekaligus menjadi peringatan tiga tahun operasi Thufanul Aqsha (7 Oktober 2023–2026).

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan komunitas secara bergantian melakukan orasi. Mereka menyerukan kepedulian umat Islam terhadap nasib rakyat Palestina yang masih dijajah.

“Sudah saatnya kita turun ke jalan untuk menyuarakan ketertindasan rakyat Palestina yang hingga hari ini masih berjuang melawan penjajah Israel. Jangan hanya mengelus dada dan menggelengkan kepala, mari kita tunjukkan keberpihakan kita,” ajak salah seorang orator.

Sementara itu, Ketua Dewan Da’wah Jawa Barat, K.H. Roinul Balad, turut menyampaikan orasi yang menggugah kesadaran massa. Ia mengingatkan bahwa sikap umat Islam hari ini terhadap Palestina kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt.

“Apakah kita hanya diam membiarkan kezaliman dan pembantaian terhadap saudara kita di Palestina terus terjadi, atau ikut bergerak membela dan memperjuangkan seperti yang kita lakukan saat ini?” tegas K.H. Roin di hadapan peserta aksi.

Ia juga menyemangati para peserta agar tidak berkecil hati meski jumlah massa yang hadir tidak membeludak. Sebab, menurutnya, sejarah pembebasan Palestina sering kali digerakkan oleh segelintir pejuang yang istiqamah.

Menjelang akhir aksi, Ketua ABABIL, Dani Mohamad Ramdan, membacakan lima poin pernyataan sikap secara terbuka. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai wujud pembelaan terhadap kemanusiaan dan kemerdekaan bangsa Palestina.

Berikut adalah pernyataan sikap lengkap ABABIL:

  1. Bahwa apa yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina adalah kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang nyata. Pembantaian, genosida, dan perampasan tanah secara sistematis tersebut harus segera dihentikan tanpa syarat.

  2. Bahwa aksi Thufanul Aqsha yang dilakukan oleh para pejuang Palestina adalah bentuk pembelaan diri yang sah. Hal ini merupakan hak rakyat dan negara untuk mempertahankan tanah airnya dari penjajahan Israel yang telah merampas tanah mereka selama berpuluh-puluh tahun.

  3. Kami menolak dengan tegas rencana konser grup musik Israel and New Breed yang akan digelar pada 24 Oktober 2026 di Casablanca Hall, Jakarta. Kami mendesak dan meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk tidak memberikan izin terhadap kegiatan tersebut.

  4. Meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk bersikap tegas dengan melarang masuk serta mendeportasi turis Israel. Terutama bagi mereka yang menggunakan paspor dari negara lain demi mengelabui petugas imigrasi.

  5. Menuntut Pemerintah Republik Indonesia untuk menghentikan segala bentuk kerja sama diplomatik, politik, maupun ekonomi dengan Israel. Penghentian ini harus dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Selama jalannya aksi, sejumlah peserta tampak membentangkan spanduk dan poster berisi kecaman keras terhadap Israel. Mereka juga terus menyuarakan ajakan untuk memboikot produk-produk yang berafiliasi atau mendukung penjajahan Israel. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − fifteen =