Israel Larang Aktivis Muslimah Masuk ke Al-Aqsha

 Israel Larang Aktivis Muslimah Masuk ke Al-Aqsha

Ilustrasi

Yerusalem (Mediaislam.id) – Otoritas pendudukan Israel pada Rabu (30/9/2026) melarang aktivis asal Yerusalem, Khadija Khuwais, memasuki Masjid Al-Aqsha selama enam bulan setelah memanggilnya untuk menjalani pemeriksaan. Kebijakan tersebut menambah panjang daftar pembatasan yang menyasar jamaah Palestina dan para aktivis Murabitat di Yerusalem yang diduduki.

Larangan terbaru ini menambah serangkaian pembatasan yang telah diberlakukan terhadap Khuwais dalam beberapa bulan terakhir. Pada Maret 2026, ia menerima dua perintah terpisah, yakni larangan bepergian dan larangan memasuki Masjid Al-Aqsha selama enam bulan.

Otoritas Israel mendasarkan pemanggilan terbaru tersebut pada tuduhan bahwa Khuwais telah “mendorong para perempuan untuk pergi ke Masjid Al-Aqsha dan tetap berada di sana.”

Sebelumnya, Khuwais juga pernah dikenai sejumlah pembatasan, termasuk larangan memasuki wilayah Tepi Barat yang diduduki serta larangan berkomunikasi dengan orang-orang tertentu.

Jumlah perintah yang dikeluarkan otoritas Israel untuk melarang warga Palestina memasuki Yerusalem dan Masjid Al-Aqsha sejak awal 2026 kini telah mendekati angka 800, berdasarkan data Pemerintah Provinsi Yerusalem.

Data tersebut menunjukkan bahwa 15 perintah larangan masuk dikeluarkan hanya dalam enam hari pertama September.

Pemerintah Provinsi Yerusalem menyebut jumlah tersebut hampir menyamai total perintah yang tercatat sepanjang Juli dan Agustus jika digabungkan. Pada kedua bulan tersebut, tercatat 23 perintah, terdiri atas 17 perintah pada Juli dan enam perintah pada Agustus.

Selama Agustus, Pemerintah Provinsi Yerusalem mendokumentasikan enam perintah larangan masuk. Lima di antaranya melarang warga Palestina memasuki Masjid Al-Aqsha, di tengah terus berlangsungnya kebijakan Israel yang membatasi akses warga Palestina ke tempat suci tersebut.

Pembatasan itu diberlakukan bertepatan dengan musim hari raya Yahudi, yang diawali dengan Rosh Hashanah. Situasi tersebut memicu peringatan dari pihak Palestina mengenai kemungkinan semakin ketatnya pembatasan terhadap jamaah serta meningkatnya serbuan pemukim Yahudi ke Masjid Al-Aqsha selama periode hari raya tersebut.

sumber: infopalestina

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − three =