Yuk Ikut Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Ada Tiga Tema Pilihan

 Yuk Ikut Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Ada Tiga Tema Pilihan

Ilustrasi

JAKARTA (Mediaislam.id)— Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Sayembara “Surat Santri untuk Presiden” dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2026. Pendaftaran dan pengiriman karya dibuka hingga 2 Oktober 2026.

Melalui sayembara tersebut, para santri diajak menyampaikan gagasan, harapan, hingga pesan kepada Presiden Republik Indonesia melalui surat yang ditulis secara personal dan komunikatif.

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan, sayembara tersebut diharapkan menjadi ruang bagi santri untuk menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan sekaligus masa depan bangsa.

“Santri tidak hanya menjadi bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga memiliki gagasan tentang Indonesia ke depan. Melalui surat ini, kami ingin memberikan ruang kepada santri untuk menyampaikan suara, harapan, dan gagasannya secara langsung kepada Presiden,” ujar Basnang Said di Jakarta, Ahad (27/9/2026).

Menurut Basnang, tradisi menulis juga menjadi bagian penting dalam kehidupan pesantren. Karena itu, “Surat Santri untuk Presiden” tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Sayembara tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mendorong keberanian santri menuangkan pikiran dan aspirasinya melalui tulisan.

“Kami ingin melihat bagaimana santri membaca zaman, melihat persoalan bangsa, sekaligus menawarkan harapan dan gagasan dari perspektif mereka,” katanya.

Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning Kemenag Yusi Damayanti menjelaskan, peserta dapat memilih satu dari tiga tema yang telah disiapkan. Ketiganya adalah Aspirasi tentang Pendidikan, Kepedulian terhadap Lingkungan, dan Harapan untuk Kesejahteraan Rakyat.

Surat yang dilombakan maksimal sepanjang 700 kata atau dua halaman A4. Surat harus ditulis tangan menggunakan pulpen berwarna hitam atau biru, kemudian dipindai dan dikirim dalam format PDF.

Karya yang dikirimkan juga harus merupakan karya asli peserta, bukan hasil plagiasi, serta belum pernah menjadi juara dalam kompetisi lain.

“Pengiriman karya dilakukan secara daring melalui email, harisantri2026@kemenag.go.id pada 25 September sampai 2 Oktober 2026. Peserta mengirimkan data diri, identitas pesantren, nomor WhatsApp peserta dan/atau guru atau pembina santri, pilihan tema, naskah surat dalam format PDF, serta pernyataan keaslian karya,” jelas Yusi.

Tak hanya mendapatkan penghargaan dalam sayembara, para pemenang juga berkesempatan hadir dalam “Malam Bhakti Santri untuk Negeri”. Kegiatan tersebut menjadi malam puncak peringatan Hari Santri 2026 yang dijadwalkan mengundang Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Sayembara “Surat Santri untuk Presiden” menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hari Santri 2026 yang digelar Kementerian Agama untuk membuka ruang partisipasi santri dalam menyampaikan pemikiran mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − eight =