Buntut Pembunuhan Relawan World Central Kitchen, Aktivis Australia Tuntut Sanksi dan Pengusiran Dubes Israel
Ilustrasi [AA]
Jakarta (Mediaislam.id)-Puluhan aktivis berkumpul di luar Kedutaan Besar Israel di Canberra pada Selasa (08/09/2026).
Mereka menuntut pengusiran duta besar Israel setelah pihak Israel menolak untuk mengajukan dakwaan pidana terhadap perwira yang terlibat dalam serangan yang menewaskan relawan kemanusiaan asal Australia, Zomi Frankcom, di Gaza.
Para pengunjuk rasa membentangkan foto-foto warga Palestina yang gugur di Gaza sembari menyerukan slogan pengusiran duta besar Israel dan kemerdekaan Palestina. Mereka sempat memblokir pintu masuk kedutaan sebelum akhirnya dipindahkan oleh pihak kepolisian dari jalur kendaraan.
Frankcom (43) bersama enam pekerja World Central Kitchen lainnya tewas pada 1 April 2024 ketika nirawak Israel mengandaskan tiga kendaraan yang beridentitas jelas dalam konvoi kemanusiaan mereka di Gaza tengah.
Aksi protes ini meletus setelah Kolonel Nochi Mendel, komandan Israel yang menyetujui serangan tersebut, membela keputusannya dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pekan lalu.
“Saya tidak menyesali apa yang telah saya lakukan,” ujar Mendel.
Kerabat Frankcom, Karuna Bajracharya, yang ikut bergabung dalam aksi protes pada Selasa tersebut, mengutuk keras pernyataan Mendel dan menyebutnya sangat menjijikkan.
Sementara itu, Senator dari Partai Hijau, Mehreen Faruqi, mengecam pemerintah Australia karena dinilai gagal menuntut pertanggungjawaban Israel. Ia mendesak agar sanksi tegas segera dijatuhkan.
“Pemerintah seharusnya sudah menjatuhkan sanksi kepada Israel sejak lama,” tegas Faruqi di hadapan para pengunjuk rasa.
Menteri Luar Negeri Penny Wong bulan lalu menyatakan kemarahannya atas keputusan Israel yang tidak melanjutkan proses hukum pidana. Di sisi lain, Perdana Menteri Anthony Albanese menilai Israel telah gagal memenuhi standar akuntabilitas yang diharapkan oleh Australia.[]
