MTQ Nasional 2026 Hadirkan Eksibisi Al-Qur’an Isyarat bagi Penyandang Disabilitas
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Muchlis Muhammad Hanafi
Jakarta (Mediaislam.id)– Kementerian Agama (Kemenag) menghadirkan ruang khusus bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2026. Untuk pertama kalinya, MTQ menghadirkan eksibisi cabang Tilawah Mushaf Al-Qur’an Isyarat.
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Muchlis Muhammad Hanafi mengatakan, MTQ tahun ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga dikembangkan sebagai ekosistem keilmuan yang merangkul keberagaman umat.
“Untuk pertama kalinya, kemegahan panggung MTQ menyediakan ruang khusus bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara melalui eksibisi cabang Tilawah Mushaf Al-Qur’an Isyarat,” ujar Muchlis dalam Press Briefing Isu-Isu Aktual KebimasIslaman di Ruang Rapat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Menurut dia, penyelenggaraan eksibisi tersebut merupakan tindak lanjut dari penetapan standar Mushaf Al-Qur’an Isyarat oleh Kemenag pada 2022. Standar tersebut kini menjadi bagian dari standar mushaf Al-Qur’an, berdampingan dengan Rasm Usmani, Bahriyah, dan Braille.
Sebanyak 24 peserta dari 14 komunitas yang berasal dari delapan provinsi akan mengikuti eksibisi tersebut. Mereka berasal dari Jawa Barat, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jambi, dan Sulawesi Selatan.
Eksibisi Tilawah Mushaf Al-Qur’an Isyarat akan digelar di Semarang, Jawa Tengah pada 14-16 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian MTQ Nasional yang pembukaannya dijadwalkan berlangsung pada 12 September.
Selain memberikan ruang bagi penyandang disabilitas, MTQ Nasional 2026 juga menghadirkan Seminar Internasional pada 13 September di Universitas Negeri Semarang. Seminar tersebut mengangkat tema mengenai Al-Qur’an dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Seminar akan menghadirkan pemikir dari Universitas Al-Azhar dan Majelis Ugama Islam Singapura untuk memperkaya perspektif mengenai relasi nilai-nilai Al-Qur’an dengan perkembangan teknologi digital.
Untuk menjaga integritas penyelenggaraan MTQ, Kemenag juga membentuk Majelis Kode Etik Dewan Hakim. Pembentukan tersebut mengacu pada amanat Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 19 Tahun 2019.
Majelis tersebut diharapkan memastikan proses penilaian berlangsung secara transparan, profesional, dan akuntabel.
Bulan Maulid
Rangkaian MTQ Nasional juga berkelindan dengan agenda Bulan Maulid yang telah dimulai sejak 26 Agustus 2026 dan berlangsung hingga memasuki Rabiul Awal.
Salah satu agenda yang digelar adalah pembacaan kitab Dala’ilul Khairat secara maraton selama delapan hari. Tradisi tersebut dikenal sebagai salah satu bentuk syiar keagamaan yang berkembang di Aceh dan berbagai pesantren di Nusantara.
Kemenag juga menggelar Ngaji Sirah Nasional yang membahas kitab Nurul ‘Uyun fi Sirah Al-Amin Al-Ma’mun karya Ibnu Sayyid An-Nas.
“Rangkaian kegiatan ini memadukan kecanggihan era digital, inklusivitas bagi penyandang disabilitas, serta penguatan literasi sejarah Nabi,” kata Muchlis.*
