MUI DKI Jakarta Perkuat Budaya Tabayun Lewat Workshop Cek Fakta

 MUI DKI Jakarta Perkuat Budaya Tabayun Lewat Workshop Cek Fakta

Jakarta (Mediaislam.id)–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta menggelar workshop bertajuk “Mengenali Hoaks: Fact Checking” sebagai upaya memperkuat budaya tabayun di era digital sekaligus meningkatkan literasi masyarakat dalam menghadapi maraknya misinformasi dan disinformasi.

Kegiatan yang berlangsung di D’Arcici Hotel Sunter, Jakarta Utara, Kamis (6/8/2026), dibuka oleh Sekretaris Umum MUI Provinsi DKI Jakarta KH Auzai Mahfudz. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran website resmi terbaru MUI DKI Jakarta sebagai sarana penyebaran informasi dan layanan digital kepada masyarakat.

Workshop mengangkat tema “Tabayyun di Era Digital: Membangun Budaya Verifikasi dalam Menghadapi Misinformasi dan Disinformasi.” Tema tersebut menegaskan pentingnya sikap kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi di tengah derasnya arus informasi digital.

Dalam sambutannya, KH Auzai Mahfudz menekankan bahwa tabayun merupakan prinsip yang diajarkan Islam dalam menyikapi setiap informasi. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Dua narasumber dihadirkan dalam workshop tersebut, yakni Managing Editor Kompas.com sekaligus anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI), J Heru Margianto, serta Ketua Komisi Infokom MUI DKI Jakarta, Raihan Febriansyah.

Peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik pemeriksaan fakta (fact checking), cara mengenali ciri-ciri hoaks, serta metode memverifikasi informasi melalui berbagai perangkat digital sebelum membagikannya kepada publik.

Selain workshop, MUI DKI Jakarta juga meluncurkan website resmi terbaru yang diharapkan menjadi pusat informasi organisasi, layanan umat, serta media penyebaran dakwah dan edukasi keislaman yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Melalui pembaruan platform digital tersebut, MUI DKI Jakarta berupaya memperkuat kehadirannya di ruang digital sekaligus menjadi rujukan informasi keagamaan yang kredibel di tengah meningkatnya tantangan penyebaran hoaks dan disinformasi.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =