Mohamed Salah, Babak Baru Sang Raja Sepak Bola Mesir

 Mohamed Salah, Babak Baru Sang Raja Sepak Bola Mesir

Pemain sepak bola Mesir, Mohamed Salah. [Anadolu Agency]

Istanbul (Mediaislam.id)—Kepindahan Mohamed Salah ke klub Turki, Trabzonspor, menjadi babak baru dari perjalanan salah satu pesepak bola paling terkemuka generasi ini. Penyerang asal Mesir tersebut melangkah ke fase baru setelah mengukir sejarah panjang di tingkat tertinggi sepak bola Eropa.

Pemain berusia 34 tahun ini memulainya dari desa kecil di Nagrig, Mesir, sebelum akhirnya mendominasi panggung dunia. Kecepatan dan konsistensinya dalam mencetak gol telah mengukuhkannya sebagai ikon global sekaligus pahlawan nasional Mesir.

Perjalanan Menuju Eropa

Lahir pada 15 Juni 1992, Salah memulai karier profesionalnya bersama Al-Mokawloon pada 2010. Bakat besarnya segera menarik perhatian klub Swiss, Basel, yang kemudian merekrutnya pada 2012 dan membawanya meraih dua gelar liga domestik.

Langkahnya sempat tertahan saat membela Chelsea pada 2014 di bawah asuhan Jose Mourinho. Namun, masa peminjaman di Fiorentina dan Roma berhasil membangkitkan kembali performa terbaiknya di Serie A.

Roma meresmikan kepindahannya pada 2016 sebelum Liverpool memecahkan rekor transfer klub untuk memboyongnya ke Inggris pada 2017. Kedatangannya ke Anfield menandai dimulainya era keemasan baru bagi klub asal Merseyside tersebut.

Pada musim perdana di Liga Premier, Salah langsung memecahkan rekor dengan mencetak 32 gol. Selama sembilan musim membela Liverpool, ia membukukan 257 gol dari 442 penampilan di seluruh kompetisi.

Bersama The Reds, ia sukses mempersembahkan gelar Liga Champions UEFA, dua trofi Liga Premier, Piala Dunia Antarklub FIFA, Piala Super UEFA, Piala FA, dan dua Piala Liga. Catatan itu menjadikannya pencetak gol terbanyak Liverpool di Liga Premier serta pemain Afrika tersubur dalam sejarah Liga Champions.

Performa impresifnya membuahkan berbagai penghargaan individu, termasuk dua kali Pemain Terbaik Afrika CAF dan pencetak gol terbanyak Liga Premier. Selain finishing yang tajam, ia juga berkembang menjadi penyerang komprehensif yang mampu menciptakan peluang bagi rekan timnya.

Raja Sepak Bola Mesir

Di tingkat internasional, Salah telah menjadi wajah utama tim nasional Mesir selama lebih dari satu dekade. Debutnya di tim senior dimulai pada 2011 setelah sebelumnya tampil di Olimpiade 2012, hingga akhirnya dipercaya menjadi kapten timnas.

Julukan “Egyptian King” atau “Raja Mesir” makin melekat setelah ia memimpin Mesir lolos ke Piala Dunia 2018 dan mengakhiri penantian selama 28 tahun. Ia juga membawa julukan The Pharaohs menembus final Piala Afrika pada edisi 2017 dan 2021.

Pada Piala Dunia 2026, Salah memimpin negaranya melaju dari babak penyisihan grup hingga menembus babak 16 besar sebelum terhenti secara dramatis oleh Argentina.

Di luar lapangan, Salah dipandang sebagai salah satu figur paling berpengaruh di Mesir dan simbol kebanggaan nasional. Aksi sosial di kampung halamannya serta berbagai inisiatif kemanusiaan membuat reputasinya diakui secara global.

Pada 2019, majalah Time memasukkan namanya ke dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia. Pengaruh besar tersebut membuktikan bahwa perannya telah melampaui batas lapangan hijau. []

Sumber: Anadolu Agency

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + eight =