Tembus Standar Industri Fesyen, Karya SMK NU Banat Unjuk Kebolehan di IFW 2026

 Tembus Standar Industri Fesyen, Karya SMK NU Banat Unjuk Kebolehan di IFW 2026

Koleksi busana bertajuk “Akar Langit” karya enam siswa SMK NU Banat Kudus ditampilkan dalam ajang mode Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta Convention Center pada Sabtu (1/8/2026).

Jakarta (Mediaislam.id)—Panggung busana Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta Convention Center pada Sabtu (1/8/2026) menjadi saksi kebolehan para pelajar asal Kudus. Koleksi busana bertajuk “Akar Langit” karya enam siswa SMK NU Banat Kudus berhasil menarik perhatian para pelaku industri fesyen nasional.

Rancangan busana siap pakai (ready to wear) ini merupakan buah karya Kesya, Lidia, Firsta, Mahrunisa, Nadia, dan Kamila Syifa yang mengusung brand Zelmira. Karya tersebut memadukan keindahan wastra tradisional dari Pulau Nias dengan teknik anyam kain yang modern serta fungsional.

Apresiasi tinggi datang dari pendiri brand Jenna & Kaia, Lira Krisnalisa, yang mengaku kagum atas kualitas garapan para siswa tersebut.

“Saya tidak menyangka murid SMK bisa membuat karya dengan perpaduan warna, motif, serta teknik jahit yang unik seperti ini,” ujar Lira di Kudus, Senin (3/8/2026), dilansir dari ANTARA.

Lira menilai keterampilan teknis (hard skill) para siswa sudah sangat mumpuni untuk bersaing di pasar mode profesional. Namun, ia mengingatkan pentingnya penguatan kapasitas soft skill agar mereka siap menghadapi kompetisi industri yang ketat.

Proses pembuatan koleksi “Akar Langit” ini memakan waktu sekitar dua bulan melalui tahapan yang sistematis. Para siswa melakukan riset tema, eksplorasi material, pengembangan desain, hingga proses produksi secara mandiri.

Pencapaian ini turut membuktikan keberhasilan sistem pendidikan berbasis praktik yang diterapkan oleh pihak sekolah. Manajer Program Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, menegaskan bahwa metode pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi kunci utama kesuksesan para murid.

“Ini bisa terwujud karena kami menerapkan metode pembelajaran mendalam,” kata Galuh.

Menurut Galuh, pihak yayasan menjembatani teori di kelas dengan standar kerja nyata agar lulusan memiliki etos kerja yang kuat. Berkat kolaborasi pendidikan dan industri, para siswa SMK NU Banat terbukti mampu menciptakan produk berkualitas yang layak disandingkan di panggung mode nasional. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × two =