Planetarium Mini Milfest Jadi Magnet Pelajar
Bogor (Mediaislam.id)–Planetarium Mini yang dihadirkan dalam Wisata Literasi Hisab Rukyat menjadi salah satu wahana favorit pengunjung pada Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) 1448 H di Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), Ciawi, Bogor, yang berlangsung pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Seperti dikutip Mediaislam.id dari laman Bimas Islam Kementerian Agama, melalui wahana tersebut pengunjung diajak menjelajahi tata surya, mengenal rasi bintang, serta memahami dasar-dasar ilmu falak secara interaktif. Antusiasme tinggi terlihat terutama dari kalangan pelajar yang mengikuti sesi Planetarium Mini.
Siti Salma, siswi MAN 2 Kota Bogor, mengaku terkesan dengan pengalaman tersebut. “Seru banget. Tadi kita bisa lihat planet-planet dan juga rasi bintang,” ujarnya.
Kesan serupa disampaikan Kenny Alfaiz, siswa SMA IT Fathan Mubina Boarding School. Menurutnya, Planetarium Mini memberikan pengalaman baru untuk mengenal luar angkasa dengan cara yang mudah dipahami.
“Kita bisa melihat luar angkasa melalui planetarium dan mengetahui bagaimana kondisi luar angkasa maupun rasi bintang yang sebelumnya belum kita ketahui,” katanya.
Pengunjung lainnya, Ahmad Rivan Rufaidan, menilai Planetarium Mini menjadi salah satu wahana edukatif yang menarik. Ia berharap materi yang disajikan terus dikembangkan, termasuk dengan menambah pembahasan sejarah Islam.
Adib Syahbana Umar Akhuri juga menilai wahana tersebut sangat bermanfaat bagi anak-anak. Menurutnya, pengunjung dapat mempelajari planet, rasi bintang, garis khatulistiwa, hingga gambaran terbitnya matahari melalui penyajian yang menarik.
Kasubdirektorat Hisab Rukyat dan Syariah Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Ismail Fahmi, mengatakan Wisata Literasi Hisab Rukyat dihadirkan untuk mendekatkan ilmu falak kepada masyarakat melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan.
“Hisab rukyat sering kali dianggap sebagai ilmu yang rumit. Padahal, ilmu ini sangat dekat dengan kehidupan umat Islam karena berkaitan dengan penentuan arah kiblat, waktu salat, awal bulan Hijriah, hingga gerhana. Karena itu, kami menghadirkannya dalam bentuk yang lebih interaktif agar mudah dipahami oleh semua kalangan,” ujar Ismail.
Ia berharap Planetarium Mini dapat membangkitkan minat generasi muda terhadap astronomi Islam sekaligus memperkuat literasi keagamaan berbasis sains.
“Planetarium Mini bukan sekadar hiburan, tetapi sarana belajar yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman. Kami ingin anak-anak dan pelajar merasakan bahwa belajar ilmu falak itu menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.*
