MUI Usulkan Pembentukan Danantara Syariah di KUII VIII
Jakarta (Mediaislam.id)–Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong pembentukan Danantara Syariah sebagai instrumen pengelolaan kekayaan negara yang berbasis prinsip-prinsip syariah. Usulan ini disampaikan Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, dalam momentum Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang berlangsung di Jakarta pada 24–26 Juli 2026.
Kiai Cholil menegaskan bahwa Danantara Syariah tidak boleh sekadar berfungsi sebagai lembaga investasi negara yang berfokus pada perolehan keuntungan finansial semata. Lebih dari itu, lembaga tersebut harus menjadi instrumen amanah dalam mengelola kekayaan bangsa.
”Danantara Syariah tidak cukup hanya menjadi lembaga investasi negara yang mengejar keuntungan. Ia harus menjadi instrumen amanah, mengelola kekayaan bangsa secara halal, produktif, transparan, dan berpihak pada kemaslahatan rakyat,” ujar Kiai Cholil sebagaimana dikutip Mediaislam.id dari akun Facebook pribadinya, Ahad (26/7/2026).
Menurut Kiai Cholil, penggabungan antara kekuatan investasi dan prinsip syariah akan mengubah orientasi pengelolaan dana negara dari sekadar mengejar tingkat pengembalian (return) menjadi penegakan keadilan, pemerataan, serta keberkahan.
Ia menilai dana negara sudah sepatutnya dialokasikan untuk menggerakkan sektor-sektor strategis masyarakat, seperti sektor riil, industri halal, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pangan, energi, hingga pendidikan dan kesehatan.
”Inilah esensi Danantara Syariah: mengelola harta negara sebagai amanah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tegasnya.
Langkah ini, lanjut Kiai Cholil, sejalan dengan prinsip ekonomi Islam yang melarang penumpukan harta hanya pada segelintir pihak, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 7, “Agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.”
Ia menambahkan, ekonomi syariah tidak sebatas membebaskan transaksi dari unsur riba, tetapi juga mengemban misi menghadirkan keadilan sosial dan kesejahteraan yang nyata bagi seluruh lapisan bangsa.*
