Kritik Dunia Pendidikan, Ketum Muhammadiyah: Sekolah Bukan Tempat Cari Uang

 Kritik Dunia Pendidikan, Ketum Muhammadiyah: Sekolah Bukan Tempat Cari Uang

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir.

YOGYAKARTA (Mediaislam.id) — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau para pemangku kebijakan pendidikan agar tidak mendasarkan pengabdian pada kepentingan kekuasaan, terlebih ekonomi.

“Salah kalau kita menempatkan pendidikan sebagai faktor kekuasaan, apalagi menjadi faktor uang,” kata Haedar di Bantul, Sabtu (4/7/2026).

Ia berharap siapa pun yang diberi amanah sebagai pengambil kebijakan di bidang pendidikan, baik kepala dinas, menteri, direktur, maupun kepala sekolah, dapat memegang prinsip tersebut.

“Sampai kapan pun, pendidikan itu bukan urusan jabatan dan kekuasaan, kalau menempatkannya seperti itu, ya keliru,” ujarnya.

Menurut Haedar, pengabdian di bidang pendidikan merupakan tanggung jawab besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang tantangannya semakin kompleks.

“Sekolah dan perguruan tinggi itu bukan jalan mencari uang, kalau ke situ jalannya, nanti bisa dilihat sendiri ujungnya,” katanya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan reorientasi cara pandang terhadap dunia pendidikan di Indonesia.

“Di sini lah siapa pun yang mendapat amanah dari pusat sampai bawah harus memahami bahwa ini soal responsibility dalam hal mencerdaskan bangsa,” ujarnya.

Haedar mengatakan Muhammadiyah telah berkontribusi di bidang pendidikan selama lebih dari satu abad melalui pengabdian mendidik anak-anak bangsa, khususnya dari kalangan keluarga menengah ke bawah.

“Itu pengabdian yang luar biasa, apalagi sebelum kemerdekaan, ketika pemerintah belum hadir,” katanya.

Menurut dia, dunia pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan besar karena setiap pergantian rezim sering kali menyebabkan arah pembangunan pendidikan jangka panjang terputus dan kembali dimulai dari awal.

“Kita tidak punya roadmap tentang bagaimana strategi jangka panjang mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai goals dari pendidikan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 13 =