MTQ Nasional XXXI Digelar September 2026, Jawa Tengah Perkenalkan Logo dan Maskot Resmi
Semarang (Mediaislam.id)–Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI akan berlangsung di Jawa Tengah pada September 2026. Logo dan Maskot MTQ Nasional telah dirilis oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthf di Semarang.
Logo MTQ Nasional 2026 berbentuk gunungan wayang berwarna putih-hijau dengan ikon-ikon khas Kota Semarang. Sementara Maskot MTQ Nasional XXXI diberi nama Sahabat Qur’an (Saqur).
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jawa Tengah, Yasin Maimoen, mengatakan, logo MTQ mengangkat unsur budaya khas Jawa Tengah dan Kota Semarang sebagai simbol kebudayaan dan kebanggaan daerah. Logo ini merepresentasikan nilai budaya, keberagaman, serta harmoni yang menjadi karakter Jawa Tengah.
Sementara maskot diperkenalkan sebagai Saqur atau Sahabat Quran, yang menggambarkan semangat generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an. Maskot ini merepresentasikan generasi muda Indonesia yang religius, cerdas, kreatif, bersemangat, dan memiliki akhlak mulia.
“Identitas visual ini diharapkan menjadi simbol pemersatu seluruh kafilah dari 38 provinsi sekaligus mencerminkan keanggunan budaya dan nilai-nilai keislaman Jawa Tengah,” kata Yasin di Semarang, Kamis (25/6/2026).
MTQ Nasional 2026 di Semarang mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas Berkeadilan.” Ajang ini akan berlangsung pada 11 sampai 20 September 2026. Kedatangan dan registrasi kafilah dijadwalkan pada 11–12 September 2026. Pembukaan MTQ Nasional akan digelar pada 12 September 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang yang diawali dengan pawai ta’aruf dan malam ta’aruf.
Sementara itu, pelaksanaan perlombaan dan pameran produk unggulan akan berlangsung pada 13–19 September 2026. Penutupan dijadwalkan pada 19–20 September 2026, disertai berbagai kegiatan pendukung yang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan berbagai layanan pendukung bagi peserta, mulai dari penjemputan dan pengantaran kafilah, kendaraan operasional, pawai ta’aruf, malam ta’aruf, hingga penyediaan sarana dan prasarana perlombaan.
Selain musabaqah, rangkaian kegiatan juga akan dimeriahkan dengan Expo dan Pameran Produk Unggulan yang berlangsung selama sembilan hari dengan melibatkan seluruh provinsi, kementerian, pemerintah kabupaten/kota, BUMN, BUMD, serta lembaga filantropi.
Pameran tersebut akan menghadirkan produk ekonomi syariah, kaligrafi Islam, dan festival kuliner halal sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah di Jawa Tengah.
Berbagai kegiatan pendukung lain juga telah disiapkan, antara lain lomba rebana nasional, pameran halal tour, fashion Islami, Batik Nusantara Award, job fair, seminar nasional bertema moderasi beragama dan ekonomi syariah di era digital, hingga program wisata religi dan heritage bagi para kafilah.
Yasin mengajak seluruh pihak untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Menurutnya, momentum ini bukan hanya ajang perlombaan Al-Qur’an, tetapi juga sarana syiar Islam, promosi budaya, dan penguatan kerukunan masyarakat Indonesia.
“Jawa Tengah terakhir kali menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada tahun 1979. Karena itu, kami menyambut kesempatan ini dengan penuh semangat dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta dan tamu dari seluruh Indonesia,” ujarnya.*
