Wamenag Pastikan Hadir dan Beri Pencerahan di Muktamar XXIII Al Washliyah
Jakarta (Mediaislam.id)–Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi’i, memastikan akan menghadiri sekaligus memberikan pencerahan pada Muktamar XXIII Al Washliyah yang akan digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada 7–10 Juli 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Wamenag saat menerima kunjungan panitia muktamar yang dipimpin Ketua Umum Al Jam’iyatul Washliyah, Masyhuril Khamis, di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
“Saya mengapresiasi Muktamar XXIII Al Washliyah. Insya Allah saya akan hadir,” ujar Wamenag kepada delegasi panitia.
Dalam pertemuan tersebut, Wamenag menyampaikan apresiasi atas kiprah Al Washliyah sebagai salah satu organisasi Islam besar yang lahir di Medan pada 1930. Menurutnya, organisasi tersebut telah memberikan kontribusi penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jaringan lembaga pendidikan yang tersebar di berbagai daerah.
Wamenag juga memaparkan sejumlah perkembangan dan kebijakan terbaru di bidang pendidikan keagamaan. Salah satunya adalah persetujuan Presiden Prabowo Subianto terkait pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama.
Menurutnya, pembentukan Ditjen Pesantren menjadi langkah strategis untuk memperkuat tiga fungsi utama pesantren, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
“Dengan langkah ini, negara semakin hadir untuk melayani, mendampingi, dan memberdayakan pesantren di seluruh Indonesia,” katanya.
Ketua Organizing Committee Muktamar XXIII Al Washliyah, Deding Ishak, menyambut baik kesediaan Wamenag untuk hadir dalam forum permusyawaratan tertinggi organisasi yang digelar setiap lima tahun tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat senang atas kesediaan beliau mengisi Muktamar XXIII Al Washliyah yang akan kami gelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur,” ujar Deding usai pertemuan.
Ia juga mengapresiasi pembentukan Ditjen Pesantren dan menyatakan dukungan Al Washliyah terhadap berbagai program yang akan dijalankan pemerintah melalui direktorat baru tersebut.
“Ini merupakan perkembangan yang sangat baik bagi dunia pendidikan. Al Washliyah memiliki ratusan lembaga pendidikan yang tersebar di hampir seluruh wilayah Nusantara,” katanya.
Dengan konfirmasi kehadiran Wamenag, panitia mencatat sedikitnya tiga menteri Kabinet Merah Putih telah memastikan partisipasi dalam Muktamar XXIII Al Washliyah. Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti juga telah menyatakan kesediaan hadir.
Panitia masih menunggu konfirmasi dari sejumlah menteri lainnya yang dijadwalkan mengisi agenda muktamar.
Berdasarkan data terbaru Sekretariat Panitia, hingga 24 Juni 2026 tercatat sekitar 650 peserta telah melakukan registrasi. Mereka berasal dari 38 wilayah Al Washliyah di seluruh Indonesia. Sejumlah delegasi dari luar negeri juga dijadwalkan hadir, antara lain dari Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara ASEAN. Tim kesenian dari Malaysia pun akan turut memeriahkan rangkaian kegiatan.
Panitia menargetkan sekitar 1.400 kader menghadiri Muktamar XXIII Al Washliyah. Bagi peserta yang berhalangan hadir secara langsung, panitia menyediakan fasilitas partisipasi daring melalui platform Zoom. Bersamaan dengan itu, akan digelar pula Muktamar Muslimat Al Washliyah di lokasi dan waktu yang sama.*
