UNICEF Catat 247 Anak Terbunuh Sejak Maret 2026
Warga berduka untuk korban serangan Israel di Haret Saida, Lebanon selatan, Ahad (10/5/2026). (Xinhua)
Beirut (Mediaislam.id) – Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menyatakan, 247 anak tewas dan 992 lainnya terluka di Lebanon sejak eskalasi pertempuran pada awal Maret 2026, Rabu (17/6/2026).
UNICEF pun memperingatkan bahwa kekerasan yang berkepanjangan tersebut kian membebani populasi termuda di negara itu.
Lembaga PBB tersebut menambahkan bahwa ratusan ribu anak lainnya juga terdampak oleh pengungsian, kerawanan, serta gangguan akses ke layanan dasar.
Pihak UNICEF memperkirakan lebih dari 770.000 anak kini sedang menghadapi dampak emosional dan mental yang berat akibat kekerasan yang terjadi.
Sementara itu, masalah keamanan yang masih berlangsung serta keberadaan amunisi yang belum meledak terus menghambat banyak keluarga untuk kembali ke komunitas mereka.
Merespons kondisi tersebut, mereka menyerukan penghentian pertempuran, perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur vital, serta akses tanpa hambatan bagi organisasi kemanusiaan untuk menjangkau masyarakat yang terdampak.
Di sisi lain, Iran dan Amerika Serikat pada Minggu (14/6) memfinalisasi sebuah nota kesepahaman perdamaian yang diperkirakan akan menyerukan penghentian pertempuran antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam konferensi pers pada Senin (15/6) bahwa militer Israel akan tetap berada di “zona keamanan” yang dikuasainya di Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza selama masih diperlukan. [Xinhua]
