Kita Palestina Sampaikan 10 Pernyataan Sikap, Desak Dunia Hentikan Genosida di Gaza

 Kita Palestina Sampaikan 10 Pernyataan Sikap, Desak Dunia Hentikan Genosida di Gaza

Jakarta (Mediaislam.id)–Komite Solidaritas Palestina (Kita Palestina) menyampaikan 10 poin Pernyataan Sikap dalam Aksi Bela Palestina yang digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Ahad (14/6/2026). Pernyataan tersebut berisi kecaman terhadap berlanjutnya agresi Israel di Gaza serta seruan kepada dunia internasional untuk mengambil langkah nyata menghentikan genosida dan mewujudkan kemerdekaan Palestina.

Pernyataan sikap tersebut dibacakan secara bergantian oleh para tokoh yang hadir dalam aksi. Ketua Bidang Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Muhammad Zaitun Rasmin, mengawali pembacaan dokumen yang berisi 10 poin sikap tersebut di hadapan ribuan peserta aksi. Selanjutnya, pembacaan dilanjutkan oleh sejumlah ulama, aktivis, dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Komite Solidaritas Palestina sebagai simbol persatuan berbagai elemen bangsa dalam membela rakyat Palestina.

Dalam pengantar pernyataannya, Kita Palestina menyoroti masih berlangsungnya agresi militer Israel di Gaza meskipun telah tercapai kesepakatan gencatan senjata pada November 2025. Mereka menyebut situasi kemanusiaan di Gaza masih sangat memprihatinkan.

Menurut dokumen tersebut, dalam tujuh bulan terakhir lebih dari 1.000 warga Palestina dilaporkan gugur. Sementara itu, pasokan kebutuhan pokok dan bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza dinilai masih jauh dari kebutuhan masyarakat. Penghancuran fasilitas umum dan permukiman warga juga disebut terus berlangsung sehingga memperparah krisis kemanusiaan.

Kita Palestina juga menyoroti adanya rencana perluasan wilayah yang dikuasai Israel hingga sekitar 70 persen wilayah Gaza. Selain itu, mereka mengkritik berbagai tindakan represif yang terjadi di Tepi Barat, seperti penutupan Masjid Al-Aqsa selama Ramadan hingga beberapa hari setelah Idulfitri, provokasi di kompleks Masjid Al-Aqsa, serta serangan terhadap permukiman warga Kristen dan Gereja St. George di Desa Taybeh.

Berdasarkan kondisi tersebut, Komite Solidaritas Palestina menyampaikan sepuluh poin sikap. Pertama, mengutuk segala bentuk penjajahan, agresi, penyerangan, pembakaran, dan pemboman terhadap rakyat Palestina, baik di Gaza maupun Tepi Barat.

Kedua, mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta negara-negara pendukung gencatan senjata untuk memastikan seluruh kesepakatan yang telah dibuat dijalankan, khususnya penghentian serangan terhadap Gaza dan kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan.

Ketiga, menolak segala bentuk perampasan dan pendudukan wilayah Palestina, termasuk rencana perluasan penguasaan wilayah Gaza. Keempat, mengecam pelecehan, penutupan, penodaan, dan perusakan Masjid Al-Aqsa serta pembakaran Gereja St. George dan rumah-rumah ibadah lainnya.

Kelima, mendesak negara-negara anggota PBB yang telah mendukung kemerdekaan Palestina agar mengambil langkah nyata untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina serta mencari mekanisme internasional yang lebih efektif dalam menghentikan penjajahan.

Keenam, mendesak negara-negara pendukung kemerdekaan Palestina untuk mengupayakan penegakan hukum internasional terhadap Benjamin Netanyahu dan pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas dugaan genosida sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Ketujuh, mengecam penangkapan, penahanan, dan penyiksaan terhadap aktivis kemanusiaan Sumud Flotilla 2.0 serta kekerasan terhadap jurnalis, dan menyerukan pembebasan para aktivis kemanusiaan yang ditahan.

Kedelapan, mengapresiasi langkah Pemerintah Republik Indonesia yang selama ini konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina. Kesembilan, mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat solidaritas kemanusiaan melalui bantuan sosial, dukungan moral, dan doa yang berkelanjutan.

Kesepuluh, mengajak masyarakat untuk melanjutkan dan memperkuat gerakan boikot terhadap produk-produk yang dinilai terafiliasi dengan Zionis Israel sebagaimana Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023.

Aksi yang diikuti ribuan peserta tersebut berlangsung tertib dan damai. Selain pembacaan pernyataan sikap, kegiatan juga diisi dengan orasi, penampilan nasyid perjuangan, serta teatrikal yang menggambarkan penderitaan rakyat Palestina akibat perang yang berkepanjangan.

Pernyataan sikap ditutup dengan seruan bersama yang menggema di lokasi aksi, yakni “Stop Genosida”, “Selamatkan Gaza”, dan “Palestina Merdeka”. Ribuan peserta menyambut seruan tersebut dengan takbir dan pekikan dukungan bagi kemerdekaan Palestina.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − 9 =